Sabtu, 01 Februari 2014

kebijaksanaan LAUT

Tak semua orang punya kesempatan untuk bekerja di tempat yang memungkinkannya untuk duduk di tepi laut setiap sore. Dan tidak semua orang yang punya kesemppatan tersebut menggunakannya dan menikmatinya. Saya adalah orang yang beruntung itu. Setiap sore, selepas kerja, mengunjungi laut, menikmati halusnya hembusan angin laut, mendengarkan merdunya suara ombak, melihat betapa lurusnya cakrawala. Sambil mengistirahatkan pikiran yang seharian berpikir, merenung, mengevaluasi, menulis dan yang terpenting dari itu semua... melihat dan mendengar. Setiap makhluk butuh untuk didengarkan, tidak cuma manusia, alam pun butuh untuk didengarkan. Walaupun yang lebih banyak manfaat dari mendengarkan alam adalah manusia itu sendiri. Namun entah mengapa kebanyakan manusia enggan menyisihkan waktunya barang sebentar untuk mendengarkan alam disekitarnya. Entah karena merasa lebih tinggi dari makhluk lainnya, atau terlalu sibuk!

Salah satu alasan saya suka sekali duduk di tepi laut adalah saya merasa laut memiliki segudang kebijaksanaan yang siap dibagikan kepada manusia, hanya dengan satu syarat... manusia siap untuk mendengarkan. Hanya itu syaratnya, tanpa peduli manusia itu kaya atau miskin, ustadz atau pendosa, muda atau tua, pemenang atau pencundang. Laut tidak memandang itu semua, laut hanya tahu satu kata, yaitu manusia. Siapapun yang bersedia mendengarkannya akan diberinya kebijaksanaan yang sudah ada sejak bumi ini diciptakan, kebijaksanaan yang menghubungkan lima benua, kebijaksanaan yang luas dan dalam layaknnya samudra.


Dan alasan paling utama saya menyukai laut adalah karena saya jatuh cinta padanya. Karena ia ada disaat saya tidak merasa punya siapa-siapa. Sembilan tahun lalu, ketika takdir mengajarkan saya untuk hidup mandiri secara finansial dan emosional. Laut hadir untuk menenangkan hati saya, laut hadir untuk mengatakan bahwa saya tidak pernah sendirian dan jangan sampai saya merasa sendirian. Laut tetap bersikap ramah ketika saya sempat meninggalkannya selama beberapa tahun. Dan di hari ketika saya jatuh cinta pada laut, saya tidak perlu alasan untuk menjelaskan mengapa saya cinta pada laut. I love sea, just it . Cause love don't need a reason. 

0 komentar:

Posting Komentar