Rabu, 18 Desember 2013

Takdir seorang yang HEBAT

Bangun ketika yang lain masih tertidur
Terjaga ketika yang lain telah terlelap
Tetap berusaha ketika yang lain sudah menyerah
Memberikan 110% ketika yang lain  memberikan hanya setengahnya
Menahan diri ketika yang lain berbuat sekehendaknya
Bersusah-susah ketika yang lain bersenang-senang
Itulah takdir dari seorang yang hebat

Tetaplah Mencoba dan BERKARYA

Bagaimana caranya seseorang bisa menjadi seorang penulis handal?
Bagaimana  caranya seseorang bisa menghasilkan tulisan - tulisan yangp bermutu?
Adalah sama dengan caranya  seseorang bisa menjadi pemanah, koki atau pelukis yang handal
Yaitu dengan mencoba dan melakukan berulangkali dengan penuh semangat dan antusiasme
Pemanah dengan menembakkan ribuan anak panah,  yang tidak semua tepat sasaran
Koki dengan memasak ratusan jenis makanan, yang tidak semua berhasil
Pelukis dengan melukis ratusan lukisan, yang tidak semua mendapat pujian
Begitu juga dengan penulis, yaitu dengan menulis ribuan tulisan, yang kemungkinan sebagian besar tidak nyaman dibaca bahkan oleh penulisnya sendiri
Namun dengan ribuan anak panah yang meleset
Dengan ratusan masakan yang tidak enak Dengan ratusan lukisan yang layak masuk tempat sampah
Dengan ribuan tulisan uang tidak layak dibaca 
Bersama itu juga kemampuan, keahlian dan keterampilan seseorang meningkat
Dan lama kelamaan menjadi seorang ahli
Tidak ada yang salah dan hina dengan menghasilkan karya yang jauh dari kata memuaskan
Yang salah adalah ketika kita tidak berani dan terus mencoba
Yang salah adalah ketika kita berhenti berkarya ketika ratusan bahkan ribuan karya kita tak memuaskan
Tetaplah yakin diantara ratusan atau bahkan ribuan karya akan ada beberapa mahakarya
Dan ratusan ribuan karya tadi bukan menjadi tak berguna dan tak masuk akal
Ratusan dan ribuan karya yang lain menununjukkan bagaimana caranya menghasilkan mahakarya
Tetaplah mencoba, tetaplah berbuat, tetaplah berkarya

DREAM and Fate

Dreams
Some are big, some are huge
Some are materialized, some are not
Some seem so close, some seem beyond reach

What hindered dreams to become fate?
Is that external condition?
Or ourselves as the only obstacles as the only between dreams and reality?
Our false thought, belief and habit that prevent those dreams become true

Often the boundary between dreams and reality are so thin
As thin as our strong will to achieve that
Often it is just ourselves between us and our dreams
As simple as that

Selasa, 05 November 2013

Mengapa Koperasi Tidak Maju ( part 1 )

Mengapa sepertinya koperasi yang saya kelola dan koperasi-koperasi lain agak tersendat kemajuannya. Apakah masalah kurangnya modal? Mungkin saja. Namun sejauh yang saya perhatikan, dan yang hampir pasti menghambat kemajuan koperasi adalah kurangnya SDM yang kompeten yang mengelola koperasi itu sendiri, mulai dari pengawas, pengurus, pengelola sampai dengan karyawannya. Salah satu faktor mengapa kebanyakan SDM di koperasi kurang kompeten dibandingkan SDM di perusahaan-perusahaan swasta yang berbentuk PT adalah karena tingkat kompensasi yang diberikan kepada pejabat koperasi (penagawas, pengurus, pengelola dan karyawan) terlalu rendah. Efeknya adalah :

Dewan Pengawas yang berfungsi mengawasi jalannya koperasi dari segi manajemen, bisnis dan keuangan. Juga berfungsi sebagai tim audit. Pekerjaan seperti ini sama sekali tidak bisa dianggap ringan dan perlu kompetensi khusus. Minimal perlu orang-orang yang bersedia meluangkan waktu secara rutin untuk mengaudit koperasi secara periodik dan mau belajar. Bukan hanya mengkoreksi laporan pertanggungjawaban akhir tahun. Namun apa yang kebanyakan terjadi saat ini di kebanyakan koperasi? Dewan pengurus ada yang tidak berfungsi, tidak tahu berapa omset koperasi, tidak tahu apa permasalahan dan tantangan yang dihadapi koperasi, terlebih lagi pastinya tidak tahu jika ada penyelewengan yang terjadi di koperasi.

Mengapa dewan pengurus seakan tak peduli dengan koperasi? Mungkin karena tugas dan tanggung jawabnya tidak sebanding dengan bayaran yang diterima. Coba bandingkan berapa honor yang diterima oleh akuntan publik swasta dengan honor yang diterima pengawas, mungkin seperti langit dan bumi. Padahal tugas dan tanggung jawabnya tidak jauh beda. Ada andil dari anggota koperasi juga yang tidak berani memberi honor tinggi kepada pengawas, mungkin dikarenakan takut mengurangi SHU, dan premis awal bahwa tugas pengawas begitu-begitu saja, tidak ada yang berat.

Pengurus yang berfungsi sebagai board of director koperasi. Berapa gaji yang diterima direktur di sebuah PT dengan gaji yang diterima pengurus koperasi dengan omset yang sama, apakah sebanding atau tidak? Kebetulan di koperasi karyawan dimana saya bekerja, dan mungkin di sebagian besar koperasi karyawan yang lain. Bahwasanya pengurus adalah karyawan aktif dari perusahaan dimana koperasi tersebut berada, jadi pengurus mempunyai double job sebagai karyawan perusahaan dan pengurus koperasi. Anda bisa tebak mana yang diprioritaskan jika ada tugas yang bentrok antara perusahaan dan koperasi, mana yang lebih mendapat prioritas waktu, apakah pekerjaan di perusahaan ataukah pekerjaan di koperasi. Jika di sebuah PT, direksi memiliki pekerjaan penuh waktu sebagai direktur di perusahaan tersebut. Berbeda dengan di koperasi karyawan, pengurus memiliki pekerjaan paruh waktu atau lebih tepatnya disebut pekerjaan sisa waktu ( itupun jika ada sisa ) di koperasi. Sebagai komandan koperasi, waktu dan pikiran yang dialokasikan untuk koperasi adalah waktu dan pikiran sisa setelah seharian dan seminnggu penuh bekerja di perusahaan. Bagaimana koperasi bisa maju jika yang diberikan hanya sisa-sisa waktu dan tenaga.

Mengapa pengurus bisa seperti itu... Ya, jelas, manusiawi dan masuk akal. Perusahaan memberikan gaji dan keamanan kerja yang lebih dibanding koperasi. Idealnya perusahaan mau mentugaskaryakan karyawannya yang kebetulan diangkat menjadi pengurus koperasi. Atau mengangkat pengurus dari non karyawan yang saat ini dengan adanya undang-undang nomor 17 tahun 2012, pengurus bisa diangkat dari non anggota.


To be continued...

Rabu, 04 September 2013

PEMENANG versus pecundang

PEMENANG adalah bagian dari jawaban
Pecundang adalah bagian dari permasalahan

PEMENANG memiliki program
Pecundang memiliki alasan

PEMENANG berkata, "Izinkan saya mengerjakannya untuk Anda"
Pecundang berkata, "Ini bukan pekerjaan saya"

PEMENANG melihat sebuah jawaban dalam setiap permasalahan
Pecundang melihat sebuah permasalahan dalam setiap jawaban

PEMENANG melihat rerumputan hijau di dekat setiap jebakan berpasir
Pecundang melihat dua atau tiga jebakan berpasir di dekat setiap rerumputan hijau

PEMENANG berkata "Hal itu sulit, tetapi mungkin dikerjakan"

Pecundang berkata "Hal itu mungkin, tetapi sulit dikerjakan"

HIDUP tak berjudul

Apa judul hidup kamu?
Jika hidup kamu adalah sebuah film
Apakah kamu akan tersenyum atau menangis menontonnya
Ataukah kamu akan berkata.... Membosankan

Saya baru menyadari mengapa saya suka film
Karena di film sesuatunya tidak membosankan
Dinamis, banyak petualangan, unexpected
Tidak seperti hidup kebanyakan orang

Tanpa disadari, film menjadi sarana pelarian
Untuk sejenak melupakan hidup yang menjenuhkan
Film menjadi sarana pelampiasan
Atas ketidakberanian dalam hidup




siksaan bernama RUTINITAS

Diantara siksaan yang diciptakan oleh Allah
Ada satu siksaan yang sangat jenius
Yaitu siksaan dalam bentuk rutinitas hidup
Ketika seseorang menjalani hal yang sama
Berulang-ulang hampir setiap hari
Selama bertahun-tahun kehidupannya
Tanpa sadar ia sedang menjalani siksaan
Atau sadar, namun merasa tak berdaya
Terperangkap dalam ketidakberartian
Tanpa makna, tanpa tujuan, tanpa petualangan
Beberapa orang menyadarinya dan keluar dari belengggunya
Beberapa orang menyadarinya dan .... Bingung
Bingung harus berbuat apa untuk lepas dari rutinitas
Beberapa orang menerimanya sebagai bagian dari takdir
Yang menurutnya tak dapat diubah
Beberapa orang justru mencarinya
Tak tahu apa yang ada di baliknya

Minggu, 14 Juli 2013

suatu hari akan menjadi BENAR

Ada kutipan dari pidato Steve Jobs yang kurang lebih artinya seperti ini :
Jika kamu hidup setiap hari dengan anggapan hari ini adalah hari terakhir kamu di dunia
Maka suatu hari anggapan kamu pasti benar

Still thinking about it....

ustad-ustad di TV

Ustad-ustad di TV berceramah untuk meniru para sahabat Rasullullah SAW
Tapi apakah mereka mau berceramah tanpa dibayar?
Apakah mereka mau menginfakkan seluruh, setengah atau bahkan sepertiga hartanya?
Apakah mereka bisa hidup sederhana tanpa rumah atau kendaraan yang wah?
Walaupun begitu saya tetap berpikir mereka baik, hanya saja tidak cukup baik
Paling tidak lebih baik daripada kita yang setiap hari hidup dalam ketidaktaatan
Cukup menilai orang lain, lebih baik meluangkan waktu untuk menilai diri sendiri

Biarkan ustad-ustad di TV berbicara, mungkin karena memang itu takdir dan keberuntungannya

apakah kamu YAKIN?

Suatu hari, yang kurencanakan dan kuharapkan tidak lebih dari 600 hari kedepan
Aku akan pergi meninggalkan pekerjaan, rumah dan keluarga selama beberapa bulan
Untuk apa?

Untuk mencari keyakinan terhadap kebenaran
Untuk mencari jati diri
Kedengaran klise ya?

Meninggalkan sesuatu yang riil dan materil
Demi sesuatu yang idealis dan immateril
Aneh! Bagimu bahkan bagiku

Tapi manusia tidak bisa hanya hidup dari materi semata
Manusia butuh hal-hal yang sifatnya immaterial, seperti cinta dan keyakinan
Bukankah begitu?

Dan setelah aku kembali nanti
Apakah aku mempunyai jaminan pekerjaan apa yang akan aku lakukan untuk menafkahi keluarga?
Jujur saja saya tidak tahu, semoga Allah memberikan yang terbaik

Dan bukankah Allah Maha Pemberi Rezeki?
Iya sih, tapi apakah saya yakin akan hal itu?
Justru itu, saya pergi bukan karena saya yakin

Saya pergi karena  saya tidak yakin Allah Maha Pemberi Rezeki
Justru saya pergi karena saya ingin mendapat keyakinan seperti itu

Saya tidak mau hidup selamanya dengan ketidakyakinan itu

CONNECTING the dots

Hidup terdiri dari banyak momen, kejadian dan peristiwa
Beberapa menggembirakan, beberapa menyedihkan dan sebagian menghancurkan hati
Seringkali kita tidak tahu apa arti dari semua yang terjadi sampai di titik tertentu di masa depan

Seperti kata orang bijak
Hidup hanya bisa dimengerti dari depan ke belakang
Namun hanya bisa dijalani dari saat ini ke depan

Hidup adalah tentang menghubungkan titik-titik
Titik dari masa lalu dan titik dari masa depan
Tidak ada yang buruk dan tidak ada yang lebih baik

Mereka semua hanyalah titik-titik takdir
Yang seakan tanpa arti jika kita tak menghubungkannya
Mengambil hikmah dan pelajaran darinya


Inspired by Steve Jobs Speech

tambah BULET

Ketika seseorang yang beberapa bulan tak bertemu dengan saya, ini kata mereka :
Teman : Tambah berisi aja
Rekanan : Tambah makmur aja
Saudara : Tambah gemuk aja
Mertua : Tambah bulet aja!
(Sesaat ketika mertua berkata seperti itu, seketika itu rasanya saya seperti bola yang ingin menggelinding keluar rumah)

Emang begitu ya?
Emang gw tambah gemuk?
Tapi iya juga sih, timbangan membuktikan
Berat badan gw pertengahan tahun lalu masih di bawah 75
Sekarang dah hampir 90, timbangan tak pernah bohong

Memang sih belum dalam kategori gemuk-gemuk amat
But all those comment bother me
Walaupun lelaki tidak lebih sensitif daripada perempuan soal berat badan
Tapi tetap aja diem-diem gw bercermin diri (literally)

Dan gw bertekad merebut kembali berat badan ideal itu tahun ini... semangattt

punya MIMPI itu BIASA

Punya mimpi itu biasa, mewujudkan mimpi itu yang luar biasa
Punya mimpi itu biasa, punya mimpi yang spesifik dan terukur itu yang luar biasa
Punya mimpi itu biasa, punya mimpi yang besar dan dianggap mustahil itu yang luar biasa

Punya mimpi itu biasa, tidak punya mimpi itu yang luar biasa ... Bodoh

Senin, 08 Juli 2013

757 DAYS: Me Bloging Again

757 hari sejak posting terakhir, blog pribadi ini terbengkalai tanpa pernah dibuka oleh pemiliknya. Dan hari ini tanggal 09 Juli 2013 blog ini kembali dibuka, kembali ada posting. Seperti halnya tagline dari blog ini " seperti MATAHARI: TERBIT, MEREKAH, BENDERANG, redup, terbenam, tak terlihat, namun yakin esok kan TERBIT KEMBALI.  Dan hari ini blog ini kembali "terbit" setelah sekian lama "terbenam".

Internet bagaikan rumah bagi saya, dan blog seperti toiletnya. Dan kegiiatan blogging seperti .... ah sudahlah. Perumpamaan yang tidak terlalu tepat.


Intinya welcome myself to myblog. Sound weird, but it is the fact. Yeah baby me blogging again.