Senin, 13 Juni 2011

freelance @ ODESK.COM

Mampu bekerja hampir di mana saja dan kapan saja adalah salah satu impian saya. Menjadi freelance adalah salah satu cara yang saat ini jelas terlihat. Walaupun masih pemula dan mungkin untuk beberapa tahun ke depan masih harus melakukan double job; part time freelance dan daily job. Namun saya optimis tidak sampai lima tahun kedepan, pekerjaan freelance ini bisa menjadi andalan dalam menafkahi keluarga, dan saya bisa resign dari pekerjaan saya selama ini di kantor.

Sebagai permulaan, saya mendaftar di odesk.com, membuat profile dan mencari pekerjaan. Situs odesk.com merupakan perantara antara pemberi kerja (employer) dan pencari kerja (contractor), yang cukup terpercaya. Saya baru membuat akun odesk sekitar 4 hari yang lalu, dan hari ini alhamdulillah menyelesaikan beberapa tugas penting seperti :
  • Melengkapi profile
  • Verivikasi akun odesk (dengan pas foto, KTP, dan buku rekening)
  • Setup metode pembayaran (pembayaran langsung di transfer ke bank lokal)
  • Lulus odesk readiness test
  • Lulus Microsoft Excel 2007 test dengan nilai 3,9 dari 5
  • Melamar pekerjaan
Insyaallah, mudah-mudahan odesk menjadi awal yang baik bagi saya untuk memulai pekerjaan yang selama ini saya impikan. Btw, sekedar kalkulasi potensi pendapatan. Anggap saja kedepan dengan reputasi yang baik saya bisa mendapat pekerjaan dengan rata-rata US$ 5/hour, dan rata-rata jam kerja 6 jam/hari, 5 hari seminggu. Jika sebulan sama dengan empat minggu, berarti sebulan 120 jam kerja. Dengan rate US$ 1 = Rp. 8.500, maka pendapatan kotor per bulan sebelum dipotong administrasi bank adalah : 120 jam x US$ 5 x Rp.8.500 = Rp. 5.100.000/bulan. Lebih besar dari gaji yang saya dapatkan saat ini, dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sederhana dan sedikit investasi. Itu semua saya targetkan tercapai dalam dua tahun kedepan.

Sebagai catatan, pekerjaan seperti ini tidak butuh biaya transportasi (karena bisa dilakukan di rumah). Paling hanya perlu biaya langganan internet unlimited yang sekarang berkisar Rp. 100 ribu per bulan. Lumayan lah untuk pekerjaan yang memungkinkan kita mengatur waktu secara fleksibel, dan tentunya masih banyak kemungkinan-kemungkinan lain kedepannya.

Rabu, 08 Juni 2011

how we CHANGE

Masing-masing kita mempunyai pola pertumbuhan yang berbeda dan unik

Ada yang seperti besi
Harus ditempa dengan panas tinggi ratusan derajat agar bisa berubah

Ada yang seperti pohon
Yang perlu waktu lama namun pasti agar bisa berubah

Ada yang seperti ulat
Yang kelihatannya hanya makan dan tidur namun tiba-tiba suatu waktu berubah

Ada yang seperti batu
Menganggap dirinya tak bisa berubah, dan karenanya tak pernah berubah

ada yang mau menambahkan?

antara BEKERJA dan TIDUR

Tidur ga harus di kasur. Bila kantuk telah menyerang orang bisa tidur hampir dimana saja, bisa di pelataran masjid, di dalem angkutan umum, di ruang tunggu, bahkan bisa di ruang sidang. Begitu juga bekerja, yang selama ini ditanamkan di mindset kebanyakan kita bekerja berarti di kantor, di pabrik, di toko atau tempat-tempat resmi lainnya. Dan mimpi saya adalah, melakukan pekerjaan yang bisa dilakukan hampir di mana saja, tidak harus di tempat dan lokasi tertentu. Thanks to internet, hal itu dimungkinkan dan sudah banyak orang yang membuktikan bahwa itu bisa dilakukan.

Being online freelancer is one of the option. Work virtually anywhere, anytime, (wearing) anything, and still can serve global market. sounds cool hah...

Selasa, 24 Mei 2011

pentingnya IMAJINASI dalam bekerja

Pagi ini saya merasa stuck di kantor. Tidak ada tugas dari atasan, tak ada yang 'harus' dikerjakan. Namun saya sadar pekerjaan yang saya lakukan perlu banyak pembenahan, mulai dari arsip-arsip hardcopy maupun softcopy yang tidak rapih, kertas-kertas yang tertumpuk begitu saja di meja tanpa kategori yang jelas, hingga prosedur kerja yang hanya tersimpan di memori otak. Hanya saja bingung harus mulai dari mana dan pembenahan seperti apa yang mesti dilakukan. Dua jam saya hanya memandangi monitor, sambil terkadang browsing chating ga jelas sambil memikirkan apa yang bisa saya lakukan untuk kantor.

Pukul 10 saya mengambil rehat sejenak, salat dhuha dan sedikit merenung. Membiarkan imajinasi mengambil alih. Dan alhamdulillah muncul suatu titik terang. Muncul sebuah pertanyaan yang bisa menjadi motor dan penggerak untuk melakukan pembenahan dalam bekerja. Pertanyaan itu adalah "Seandainya sebulan lagi saya tidak lagi bekerja disini, kondisi kerja apa yang ingin saya tinggalkan untuk orang yang akan menggantikan posisi saya nantinya? Apakah kondisi kerja yang berantakan, semerawut, tanpa prosedur kerja yang jelas; ataukah kondisi kerja yang teratur, file-file mudah untuk dicari dan ditemukan, segalanya sudah berjalan dengan lancar dan hanya tinggal melanjutkan.

Sekali lagi saya berimajinasi untuk bekerja seolah-olah sebulan lagi saya sudah tidak bekerja disini lagi. Saya ingin hasil kerja saya bukan hanya sekedar pekerjaan sambil lalu, namun harus menjadi sebuah masterpiece.

permasalahan dalam join ke DOMAIN

Urusan me rename nama komputer dan join ke domain bisa jadi urusan yang sederhana juga bisa jadi urusan yang rumit. Yang saya hadapi hari ini, termasuk kategori yang rumit. Berulang kali saya menemukan kendala hanya untuk me rename nama komputer dan mencoba gabung ke domain. Beberapa jam saya habiskan untuk browsing solusi di forum-forum di internet. Dan berikut catatan troubleshooting saya, barangkali bisa berguna bagi seseorang suatu hari nanti.


Catatan :
  • Server menggunakan sistem operasi Windows Server 2003
  • Workstation menggunakan sistem operasi Windows XP SP3
MILESTONE 1: Rename Computer Name
KENDALA :
Ketika me rename nama komputer dan gabung ke domain muncul pesan "The user name you typed is the same as the user name you logged in with. That user name has already been tried. A domain controller cannot be found to verify that user name."
PENYEBAB :
Windows menyimpan cache credential (username dan password) yang tidak valid lagi
SOLUSI :
Merename komputer dengan menggabung ke workgroup "WORKGROUP" lalu restart. Komputer akhirnya dapat di rename

MILESTONE 2: Join ke domain ubhsuralaya0
KENDALA :
Ketika akan gabung ke domain ubhsuralaya0, DC meminta username dan password. Namun setelah beberapa lama loading muncul pesan "The specified server cannot perform the requested operation."

CATATAN :
Komputer bisa mengakses shared document di server dan komputer lain dengan permission read only (namun bisa menyalin file dari server/komputer lain)

SOLUSI
Menonaktifkan windows firewall pada server dan workstasion selama proses gabung ke domain. Setelah berhasil join ke domain baru diaktifkan kembali. It works for me

SOLUSI LAIN YANG DI TERAPKAN :
  • Mencantumkan DC sebagai prefered DNS di workstation
  • Mengganti tanggal di workstation sama dengan tanggal di server (min selisih 5 menit)
  • Di command prompt ketik ipconfig /flushdns lalu ketik ipconfig /registerdns pada server dan workstation

Hanya dengan izin dan kuasa Allah saja lah segala permasalahan dapat diselesaikan

Senin, 23 Mei 2011

Lelah untuk KELUARGA

Bagi seorang kepala keluarga, berlelah-lelah untuk kebahagiaan dan kebaikan anak dan istrinya, dunia dan akhirat adalah sebuah kebanggaan dan kehormatan.
-- Rizki Ardi --

Rabu, 18 Mei 2011

software SEARCHER

Salah satu job desc tidak resmi saya disini adalah melayani pencarian file, mulai dari ebook sampe software. Hari ini dapet pesenan untuk nyari software kelistrikan (electrical software). Pesennya sih cari yang sederhana-sederhana aja, ga terlalu ribet kaya autocad electrical. Browsing-browsing, nemu link Mengenal software untuk Electrical Engineer di blog duniaengineering.blogdetik.com.

pencarian berlanjut .... 

dan ternyata tidak menemukan link download untuk software kelistrikan yang simple dan ringan. Rata-rata semuanya berukuran besar. Dan pencarian pun dihentikan.

overPAID or underPAID

Seberapa banyak dari kita yang merasa bekerja lebih daripada gaji yang kita terima, atau merasa dibayar tidak sesuai dengan beban pekerjaan? Beberapa tahun yang lalu saya merasa seperti itu, hingga akhirnya saya dengan sengaja menurunkan tingkat kinerja sesuai dengan bayaran yang diterima. Namun yang terjadi bukan malah saya bekerja sesuai dengan gaji yang saya terima, namun ironisnya saya justru bekerja kurang dari apa yang diterima; atau dalam kata lain overpaid. Akhirnya saya mengambil kesimpulan, akan sulit menurunkan kinerja sesuai dengan bayaran, yang akan terjadi malah kinerja kita merosot jauh dibawah standar gaji kita.
Memang selama saya dengan sengaja menurunkan kinerja, tidak memberikan yang terbaik yang saya bisa, saya merasa ada  kepuasan kerja yang terambil dari pekerjaan, dan juga kehidupan. Di sisi lain, ketika memutuskan untuk memberikan yang terbaik dalam pekerjaan, saya terlanjur sakit hati dengan kantor tempat saya bekerja yang kurang merespon aspirasi pekerjanya. Jangan-jangan kalau saya all out bekerja, justru kantor tempat saya bekerja malah saya menganggap "Tuh, dikasih gaji segitu aja dah getol kerjanya, ngapain di naikin lagi!"
Tapi pagi ini saya menemukan status Pa Mario Teguh di FB, yang menginspirasi untuk mulai memberikan yang terbaik dalam pekerjaan. And here is the status:
Orang-orang yang sibuk
melebihkan pekerjaan di atas bayarannya,
akan lebih berhasil daripada mereka
yang bekerja hanya sesuai dengan bayarannya.

Ada orang yang demikian hitung-hitungan
mengenai kesediaannya untuk bekerja,
sampai dihitung kembali oleh kehidupan
dengan sangat tegas.

Orang yang bekerjanya hanya untuk pas
dengan bayaran, hidupnya akan dibuat pas-pasan.

Yang melebihkan, akan dilebihkan.

Mario Teguh

Selasa, 10 Mei 2011

kutipan dari buku LEPAS DARI PENJARA PIKIRAN

Jika kita memiliki pekerjaan dan proyek-proyek yang bermakna, sistem kekebalan tubuh Kita menjadi lebih kuat dan kekuatan degeneratif karena meningkatnya usia bisa diperlambat. (page 20)

Antara stimulus dan respons, ada sebuah ruang. Di dalam ruang itu terletak kebebasan dan kekuatan kita untuk memilih respons. Di dalam respons kita terletak pertumbuhan dan kebahagiaan. (page 21)

Keberanian bukan berarti tidak adanya rasa takut, melainkan kesadaran akan adanya sesuatu yang lebih penting. (page 24)

Ada orang-orang yang mencerahkan dunia, yang membantu orang lain, hanya dengan kehadirannya. (page 68)

Makna itu ada disana, menunggu untuk ditemukan. (page 89)

Keinginan untuk mencari maknalah, bukan keinginan untuk mencari kesenangan atau untuk mencari kekuasaan, yang menerangi kehidupan kita dengan kebebasan yang sesungguhnya. (page 91)

Dalam situasi hidup yang paling sulit, kapasitas kita untuk mengatasi masalah dan kemampuan diri kita untuk pulihlah yang sedang menghadapi ujian terakhir. Saat itulah kebebasan kita untuk memilih sikap menjadi pemeran utama. (page 100)

Jalan terbaik untuk mewujudkan mimpi-mimpi Anda adalah dengan bangun! Dengan kata lain, menjadi bagian dari setiap solusi berarti bertindak. (page 101)

Kebebasan manusia adalah kebebasan yang terbatas. Manusia tidak bebas dari sejumlah kondisi. Namun, ia bebas untuk mengambil sikap terhadap mereka. (page 115)

Keinginan untuk mencari kesenangan dan dan keinginan untuk mencari kekuasaan merupakan perwujudan-perwujudan dari sesuatu yang hilang, sesungguhnya hanyalah upaya-upaya untuk menutupi, tetapi tidak selamanya mengisi, kekosongan makna dalam kehidupan orang-orang tersebut. Hanya upaya mencari makna yang memiliki potensi untuk memunculkan bentuk pengayaan dan kepuasan autentik yang diinginkan hampir semua orang dari pekerjaan dan dari kehidupan mereka sehari-hari.(page 121)

Makin banyak orang yang memiliki sarana untuk hidup, namun mereka tidak memiliki makna untuk menjalani kehidupan. (page 136)

Setiap manusia adalah seorang Leonardo da Vinci. Satu-satunya masalah adalah ia tidak mengetahuinya. Orangtuanya tidak mengetahuinya dan mereka tidak memperlakukannya seperti seorang Leonardo. Karenanya, ia tidak menjadi seperti seorang Leonardo. (page 143)

Jika kita tidak bisa melakukan pekerjaan kita dengan sepenuh jiwa, pada akhirnya kita akan menderita. (page 144)

Hiduplah seolah-olah kamu sedang menjalani hidup untuk yang kedua kalinya. (page 151)

Tidak pernah terlambat untuk berlutut dan mencium bumi (Rumi). (page 156)

Semua yang bagik dan indah pada masa lalu sudah aman diawetkan pada masa lalu itu. Sebaliknya, selama hidup masih berjalan, semua kesalahan dan kejahatan masih dapat ditebus. (page 159)

Lebih penting untuk memahami daripada menjadi pintar. (page 159)

Kita harus melihat, mendengar, membaui, menyentuh, dan merasakan makna jika makna ingin tetap ada di dalam kehidupan kita. (page 160)

Memahami alasan kita melakukan sesuatu merupakan awal dari kebebasan yang sesungguhnya dan makna yang sesungguhnya dalam hidup kita. (page 163)

Cinta merupakan sasaran terakhir dan tertinggi dari aspirasi manusia. (page 163)

kutipan dari buku "Lepas dari Penjara Pikiran" oleh Alex Pattakos

JOB that suit me


Hampir setiap manusia, terutama laki-laki, memiliki satu hal dominan dalam hidupnya yang disebut profesi atau pekerjaan. Beberapa menemukan profesi yang cocok dengannya ketika masih kecil, ketika di bangku kuliah, atau setelah bertahun-tahun menggeluti suatu profesi yang ternyata bukan ditakdirkan untuk dirinya. Tidak ada satu profesi yang lebih baik dari profesi yang lain, seorang penyapu jalan tidak lebih rendah posisinya dari seorang enjinir senior. Selama orang tersebut melakukan pekerjaanya dengan sepenuh hati. Pekerjaan yang baik tidak dilihat dari kompensasi berupa materi yang diterima, bukan dari tingkat keamanan secara finansial, karenanya dokter tidak lebih tinggi derajatnya daripada tukang jahit misalnya. Pekerjaan terbaik adalah yang sesuai dengan panggilan hati, dan dilakukan dengan sepenuh hati.

Mengutip pernyataan dari Marthin Luther King Jr., "Jika seseorang bekerja sebagai penyapu jalanan, ia selayaknya menyapu jalan seperti layaknya Michelangelo melukis, atau seperti Beethoven bermain musik, atau Shakespeare menulis puisi. Ia selayaknya menyapu jalanan dengan sebegitu baiknya sehingga penghuni surga dan bumi berhenti sejenak dan berkata, disini tinggal penyapu jalanan yang luar biasa yang melakukan pekerjaanya dengan sangat baik".


Adapun saya saat ini, belum berada dalam posisi dimana saya bekerja sesuai dengan profesi yang sesuai dengan panggilan hati saya. Tetap saya berusaha melakukan pekerjaan saya sekarang ini dengan sepenuh hati. Dengan keyakinan hati saya, paling tidak lima tahun kedepan saya sudah mulai menggeluti pekerjaan yang terbaik bagi diri saya.

Panggilan hati saya menginginkan pekerjaan dengan karakteristik :
  • Mandiri, tidak bekerja untuk satu perusahaan tertentu
  • Pekerjaan yang bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain
  • Pekerjaan yang memungkinkan atau bahkan mengharuskan bertemu dan berkenalan dengan berbagai jenis orang
  • Berhubungan dengan komputer dan internet
  • Memerlukan proses berpikir kreatif dan analisa
  • Jam kerja yang tidak terikat
  • Bersifat melayani
Apakah ada di antara Anda yang memiliki masukan mengenai pekerjaan seperti apa yang sesuai dengan karakteristik diatas?

menemukan MAKNA

Kita tidak menciptakan makna; kita menemukannya. Dan kita tidak akan menemukannya jika kita tidak mencarinya. Makna datang dalam berbagai bentuk dan ukuran. Kadang-kadang ia begitu besar membayangi kehidupan kita; kadang-kadang ia menyelinap hampir-hampir tidak teramati. Kadang-kadang kita benar-benar kehilangan momentum yang bermakna sampai berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun sesudahnya, dan kemudian, sesuatu yang dahulu tampak tidak berarti tiba-tiba menjadi momentum penting yang mengubah kehidupan. Kadang-kadang ada juga makna kolektif dari berbagai momentum yang akhirnya ditangkap oleh mata batin saat kita merajut kain perca kehidupan dari potongan-potongan momentum yang, jika berdiri sendiri-sendri, akan berlalu tanpa teramati. Dan meskipun kita tidak selalu menyadarinya, makna, ada dalam setiap momentum saat ini. Itu sudah pasti ke mana pun kita pergi. Yang harus ktia lakukan, di dalam kehidupan sehari-hari dan di pekerjaan adalah untuk tetap waspada terhadap makna dan mengamati.

kutipan dari buku "Lepas dari Penjara Pikiran" oleh Alex Pattakos

kehidupan bagai LABIRIN

Kehidupan bagaikan sebuah labirin. Sebuah labirin bukanlah jejak simpang siur yang tidak memiliki jalan keluar. Ia bukan teka-teki yang harus dipecahkan, melainkan sebuah jalan bermakna yang harus dilalui.

Jalurnya berputar-putar dan rumit, tetapi tidak buntu. Sebuah labirin memiliki satu pintu masuk, satu jalan masuk dan satu jalan keluar. Jika melewatinya, kita akan melewati tikungan pendek dan panjang; kadang-kadang kita keluar menuju tepi, kadang-kadang kita berputar-putar di tengah. Kita tidak pernah benar-benar tersesat, tetapi kita tidak pernah bisa melihat kemana kita berjalan.

Dalam perjalanan itu, kadang-kadang kita bergerak maju dengan mudah dan penuh percaya diri; kadang-kadang kita bergerak maju dengan takut-takut dan waspada; kadang-kadang kita merasa perlu untuk berhenti dan merenung; dan kadang-kadang kita justru merasakan dorongan untuk mundur. Dalam banyak hal, labirin serupa dengan kehidupan. Pusatnya ada di sana, tetapi jalan yang kita pilih membawa kita berputar dan berbelok. Kadang-kadang kita berada di pusat pengalaman hidup kita, kadang-kadang kita berada pada belokan yang menyenangkan; kadang-kadang kita berjalan bersama orang lain; kadang-kadang tidak. Apa pun yang terjadi, kita masih berada di dalam labirin. Dia menampung semua pengalaman kita dalam
kehidupan.

kutipan dari buku "Lepas dari Penjara Pikiran" oleh Alex Pattakos

Jumat, 06 Mei 2011

kesan dari film IRON MAN 2

This morning i found my computer (well, actually an office computer) finished downloaded an Iron Man 2 Movie sized almost 1,2 GB. I started to watch it at 10 a.m. this morning. And, here is my review of this movie:

- First, moral message. Yaitu seorang superhero pun mengalami apa yang disebut masalah, stress, frustasi, dan kekacauan dalam hidupnya. Dan yang membedakan antara manusia biasa dan superhero, bukanlah kemampuan super, namun kemampuan untuk bangkit kembali dari keterpurukan dan kekacauan yang terjadi dalam hidupnya

- Second, the special effect. Two thumbs up, greatly done, sayang saya hanya bisa menontonnya di layar monitor komputer. Pasti dahsyat jika bisa menontonnya di layar bioskop, apalagi dengan fitur 3D. No negative comment on special effect.

- And the last part, the storyline. This part is quite make me smile. Seolah-olah jalan ceritanya terlalu gampang, semuanya terlalu mudah dan dilebih-lebihkan. Seperti: Membuat robot-robot super setara Iron Man dalam hitungan hari, mengendarai mobil balap di sirkuit monaco tanpa latihan terlebih dahulu, ledakan-ledakan yang begitu dahsyat di tengah kerumunan orang namun tak terlihat ada orang yang terluka, koper yang berisi kostum Iron Man yang seharusnya berbobot lebih dari satu ton, mobil yang melaju berlawanan arah dengan mobil balap di sirkuit monako, dan masih banyak lagi yang lainnya. Tapi, bukankah unsur-unsur tersebut ada di semua film action. Jadi hal ini masih bisa dimaklumi.

Intinya, film Iron Man 2 ini cukup menghibur untuk di tonton di akhir pekan. Terakhir, satu kutipan dari film Iron Man 2;

It's not about us, it's about legacy, it's about what we choose to leave behind for future generation

Inspired by an IGOR

Just finish downloading and watching an animated movie entitled "Igor". Seperti film-film animasi lainnya, pasti ada pesan moral didalamnya. Tapi gw ga pernah menyangka, menebak, atau mengira-ngira bahwa pesan moral dalam film Igor ini benar-benar pas dengan apa yang gw rasain sekarang. Buat para pembaca yang penasaran dengan film Igor ini, mending baca aja langsung filmnya or tonton resensinya di IMDB, or otherwise. Coz, me myself lagi ga mood bikin resensi yang gampang dicari di internet.

Intinya, ada dua kalimat in that movie yg bener-bener meng-inspired me, which is:
- Everyone has an evil bone in their body, but we choose wheather not to use it -- Igor
- It's better to be a good nobody than an evil somebody -- Eva

As you know Igor and Eva adalah pemeran utama laki-laki dan wanita dalam film tersebut. Why those sentences so worth to me? Because at my age, which antara masih muda dan tidak muda lagi (almost 30), I feel i have done something, many thing actually, yang masuk kategori evil. Terutama terhadap diri gw sendiri, dan secara tidak langsung memengaruhi orang-orang yang dekat dengan gw. My family: my son, wife, parents, brother, sister, friends. Beberapa telah gw kecewakan, dan hampir pasti semuanya akan gw kecewakan if I'm still like this. And someway somehow this evilness must be stopped.

Well, thank you Igor. You remind me to choose for not being evil

Senin, 28 Maret 2011

7 Tips Keuagan Keluarga yang Aman bagi Wirausaha



  1.  Pisahkan keuangan keluarga dan keuangan usaha
  2.  Hidup sederhana
  3.   Asuransi kesehatan keluarga dan pendidikan anak adalah keharusan
  4.   Milikilah tabungan sebesar biaya hidup wajar selama satu tahun
  5.   Terus menerus belajar untuk mengembangkan usaha
  6.    Diversifikasi usaha dan investasi
  7.    Dekatkan diri kepada sang Pemberi Rezeki

Minggu, 20 Maret 2011

Being Like An Angel Is My Only Option


Sorry dear I can’t wipe your tears tonight
Even when you need me so bad
Even when we are one roof
Don’t ask me why I’m not by your side tonight
Don’t ask me why my heart harder than a rock
I won’t and I can’t answer those question
For two reason
Cause I’m sure you not trust me again
And no words that come out from my mouth could ever satisfy you
And last, why I’m hold my self from around you
Cause I’m started to losing trust to myself
Thanks to me that seem always screwing up our marriage
And you who always show me all my mistake even the tiny one
Now I don’t want to tell anything that I will cross by myself later
Now I just trying everyday to be a man like what you want me to be
A man behaving like an angel
And leave no mistake or weakness for you to see in me

Berada Disini Saat Ini


Terpikirkah olehku sepuluh tahun yang lalu
Berada di tempat ini saat ini dengan situasi seperti ini
Tidak, tidak sama sekali
Karena kehidupan sungguh menakjubkan, tak terduga
Apa yang dahulu dianggap tak mungkin terjadi
Kini sedang atau telah terjadi
Jadi jangan pernah berkata tidak mungkin
Terutama untuk hal-hal yang baik
Dan teruslah berharap, berusaha dan berdoa
Niscaya kelak kau kan hampir tak percaya
Berada di tempat ini saat ini dengan situasi seperti ini

Bagiku Keberhasilan Itu

Bagiku keberhasilan tidak ditentukan oleh kerja keras yang membabi buta
Bagiku keberhasilan lebih ditentukan oleh rasa yakin dan optimis
Bahwa tujuan itu, mimpi itu pasti terlaksana dengan izin-Nya
Ditambah usaha dan doa yang memadai

Di jalan menuju keberhasilan tak ada usaha yang berat dan terpaksa
Karena setiap usaha dilakukan dengan rasa senang dan sukarela
Tak juga ada kekhawatiran bahwa keberhasilan tak kunjung datang
Karena hati telah tahu sebelumnya bahwa keberhasilan telah ada disini

Tak Perlu Dengan Kata-kata

Untuk menunjukkan rasa penyesalan dan komitmen untuk memperbaiki kesalahan tak perlu banyak kata-kata. yang penting tindakan nyata dan konsisten bahwa kita bukanlah kita yang dulu sering melakukan kesalahan.

Despicable Minion

TO TAKE OVER THE WORLD
YOU NEED AN ARMY
OF RUTHLESS MENACING MINIONS

















Perang Dingin Rumah Tangga

Ada moment-moment pahit dalam rumah tangga dimana istri dan suami saling mendiamkan, mirip seperti perang dingin. Yang keluar hanya kata-kata yang memang sangat-sangat perlu seperti 'Bunda, dah sarapan belum?', atau 'Bunda, dah makan belum'. Yang kadang hanya di respon dengan diam, anggukan atau gelengan kepala. Kondisi seperti ini hanya terjadi ketika masing-masing tak mau mengalah dan merasa benar. Juga tak ada yang memulai pembicaraan.

Sabtu, 19 Maret 2011

Pisah Ranjang

Pisah ranjang merupakan salah satu metode untuk mendidik istri dan menyelesaikan masalah rumah tangga. Ketika cara-cara lain seperti nasehat dan komunikasi telah buntu. Jauh lebih baik daripada terjadi kekasaran secara verbal maupun fisik. Pisah ranjang juga berfungsi memberikan waktu pribadi kepada pasangan masing-masing untuk mengintrospeksi diri, menurunkan kadar emosi dan berpikir dengan lebih jernih. Diharapkan setelah periode pisah ranjang, yang disarankan tidak lebih dari tiga hari, masing-masing akan lebih menyadari porsi kesalahannya terhadap masalah yang timbul. Karena setiap permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga mustahil diakibatkan hanya oleh satu pihak saja. Keduanya pasti punya andil dalam munculnya permasalahan tersebut.

Dalam periode pisah ranjang janganlah berpikir untuk mencari, mengungkit atau memperbesar kesalahan pasangannya. Walaupun pikiran semacam itu cenderung timbul, namun perlu ditepis jauh-jauh. Maksud dari pisah ranjang justru adalah untuk meyadari porsi kesalahan diri kita, memaafkannya dan kemudian memperbaikinya. Akan lebih mudah untuk memaafkan pasangan jika kita telah memaafkan diri sendiri. Jika keduanya melakukan hal yang sama, maka ketika bertemu kembali tidak ada satu pihak pun yang perlu minta maaf. Karena semua sudah termaafkan.

Tinggal mencari jalan keluar agar permasalahan serupa tidak terjadi, tanpa menyalahkan salah satu pihak. Kalaupun ada pihak yang perlu berbenah diri, janganlah mengkoreksinya dengan nada menyalahkan. Karena tidak ada seorang pun, bahkan mereka yang terbukti bersalah, ingin disalahkan.

Selama masa-masa pisah ranjang, seharusnya juga timbul kesadaran bahwa tidak adil untuk menggantungkan kebahagiaan personal kita kepada pasangan. Karenanya pasangan akan merasa terbebani untuk membahagiakan kita. Urusan kebahagiaan, adalah lebih kepada tanggung jawab kita sebagai pribadi. Karenanya ketika kita merasa tidak bahagia, tolak semua pemikiran atau perasaan yang cenderung ingin menyalahkan faktor external, seperti orang lain atau keadaan. Umumnya yang terjadi, target utama yang paling sering disalahkan adalah orang terdekat, yaitu pasangan sendiri.

*Penulis saat ini sedang mengalami masa-masa pisah ranjang. Ketika berangkat dari rumah hati masih terasa berat dan dongkol. Malam pertama penulis habiskan dengan menyenangkan diri sendiri, melupakan masalah yang terjadi. Besoknya pikiran lebih ringan dan mampu memandang permasalahan dari sudut pandang yang lebih luas dan bijaksana. Malam Kedua (which is tonight) penulis merancang rencana untuk membangun ulang semua yang telah runtuh oleh pertikaian yang terjadi, dan mempersiapkan mental jikalau terjadi yang terburuk. Besok pagi penulis akan pulang ke rumah dengan hati lapang. Semoga dia disana baik-baik saja dan lebih ringan hatinya.

I Just Wanna Finish What I've Start

Kembai kuliah di FEUI jurusan manajemen dan berhasil lulus darinya, adalah salah satu impian saya yang tidak pernah terlepaskan. Dulu impian itu hanya berjarak satu tahun dengan rute yang sangat jelas. Sekarang impian itu entah berjarak berapa tahun, minimal 10 tahun, dan memiliki rute yang panjang dan memutar. Saya ingin melakukannya hanya karena satu alasan: Karena saya ingin menyelesaikan apa yang telah saya mulai. Tak peduli harus menempuh jalan berliku dan berputar, harus menunggu beberapa tahun, saya akan memenuhi janji saya untuk lulus dari jurusan manajemen FEUI.

Racun Testosteron

Ada yang pernah tahu istilah 'Racun Testosteron'? Bagi pembaca novel tetralogi laskar pelangi pasti ingat, di novel Sang Pemimpi ketika Ikal tergiur oleh poster bioskop yang mengundang insting kelaki-lakiannya, atau dengan kata lain merangsang racun testosteronnya bekerja mempengaruhi kerja akal sehat. Sepertinya pengaruh racun testosteron hampir dialami oleh semua laki-laki, bahkan ada yang menganggapnya wajar dan mengikuti apapun keinginan sang racun.

Racun ini identik dengan wanita, terutama wanita yang menonjolkan auratnya. Dan terpicu lewat media pengelihatan, sentuhan, khayalan, bahkan bisa melalui media suara. Racun ini built in dalam diri setiap laki-laki, dan tidak dapat dihilangkan sama sekali karena berhubungan dengan kelangsungan hidup spesies manusia. Namun keberadaanya sangat sulit dikendalikan, apalagi jika racun sudah terlanjur menyerap ke otak. Akibatnya akal sehat terdistorsi, proses pengambilan keputusan tidak akurat dan penilaian bias.

In my case, saya telah terjangkit racun ini sejak 10 tahun yang lalu. Walaupun fase-fase kritisnya telah terlewati, namun tetap saja akar penyakitnya masih melekat dan bisa menjalar sewaktu-waktu merusak logika. Saya ingin sekali mengatasi permasalahan racun testosteron ini setuntas mungkin. Dan menggunakan hanya dosis kecil hanya kepada wanita yang terpilih.

Saat ini racun tersebut menguasai diri saya dan tak tahu harus berobat kemana. Hanya berharap efeknya tidak begitu merusak.

Melampaui Mereka

Orang-orang yang 9 tahun lalu seruangan dengan saya ketika kuliah, orang-orang yang dulu namanya berada dalam satu lembar absensi dengan nama saya. Dimana kita saat itu berdiri di titik yang sama, memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi hebat. Namun saat ini, 9 tahun kemudian. Dimana mereka dan dimana saya? Untungnya facebook memudahkan saya untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Dari riset kecil-kecilan yang saya lakukan. Beberapa orang telah bekerja di luar negeri, atau telah menempuh pendidikan S2 di dalam maupun di luar negeri, menjadi dosen, bekerja di perusahaan elite, memiliki kehidupan yang mapan. Paling tidak mereka telah mampu menyelesaikan S1 nya, sedangkan saya hanya seorang Drop Out.

Sebuah pertanyaan yang sangat mengusik, apa yang telah saya capai selama 9 tahun ini??? Saya merasa malu untuk mengatakannya. Nol besar menurut penilaian pribadi saya. Semoga dengan melihat apa yang telah mereka capai bisa melecut semangat saya untuk melampaui mereka suatu saat nanti.

Jumat, 18 Maret 2011

The Villian Turn Into Hero

Abis nonton film Megamind beberapa waktu yang lalu. Inti kisahnya menceritakan seseorang yang dibesarkan dan tumbuh menjadi villian (definisi: orang jahat lawannya super hore hero) yaitu Megamind, karena berbagai situasi yang ditemui (yang penasaran nonton aja filmnya) pada akhirnya berubah menjadi hero atawa pahlawan. Memang bukan tidak mungkin, seseorang yang selama ini selalu berbuat jahat, baik kepada diri sendiri maupun orang lain, pada akhirnya berubah menjadi orang baik.

This film really inspire me, coz in my opinion. I'm not a good guy, I'm more as a bad guy, a villian to my self. Trying to destruct my life. I hope someday somehow, I can turn into a hero that save my self, and people around me from my mischief.

Di film itu juga ada tokoh bernama Titan, seorang hero ciptaan Megamind yang sengaja diciptakan oleh Megamind sebagai rivalnya. Justru Titan, yang diharapkan menjadi hero melawan Megamind, menyalahgunakan kekuatannya untuk kepentingannya sendiri dan pengrusakan. Tokoh Titan ini kembali menyentil logika saya. Betapa Allah telah menganugerahkan diri saya dengan berjuta kelebihan dan karunia agar saya menjadi orang baik, namun justru saya gunakan untuk memuaskan diri sendiri, merusak diri sendiri dan tidak jarang merugikan orang-orang di sekeliling saya.


I want to be like Megamind

Jenis-Jenis Foto Profil Temen FB Saya

Yang punya pacar atau istri/suami cantik/ganteng biasanya foto profilnya berpasangan (biasanya sambil senyum manis)
Yang masih single/janda/duda biasanya foto profilnya sendirian (kaciaaan deh lo)
Yang ga pede sama mukanya biasanya foto profilnya pake gambar artis, anime, tokoh kartun, bayi, benda mati, dll (apa aja yang kira-kira dinilai lebih enak dilihat daripada mukanya sendiri)
Yang emang mukanya udah ganteng/cantik biasanya foto profilnya di close up (narsis mode: on)
Yang pernah sekali jalan/tinggal di luar negri biasanya foto profilnya berlatar belakang landmark kota di luar negri (misal: eiffel tower, petronas tower, tokyo tower, not include BTS tower)
Yang lebih sayang sama anaknya daripada sama pasangannya biasanya foto profilnya cuma sama anaknya doang (foto istri/suami di crop)

Dan masih baaaaaanyak yang lainnya...

Bertengkar [lagi [dan lagi]]

Sudah berapa puluh kali dalam kurun waktu hampir tiga tahun, saya dan istri (not we or us) bertengkar karena berbeda pendapat, salah paham, dan karena kesalahan saya (coz, jika disebabkan karena kesalahan istri, saya cenderung cepat memaafkan sebelum pertengkaran berlarut-larut). Tetap saja, walaupun telah terjadi berulang kali rasanya diri ini masih berat menghadapi pertengkaran, terlebih jika harus lebih dahulu mengalah. Satu hal yang sudah bosan saya lakukan karena telah saya lakukan puluhan kali, entah karena murni saya yang salah atau karena saya tidak ingin perang dingin berlangsung terlalu lama.

Lelah, bosan dan cape menghadapi masalah-masalah yang serupa berulang kali. Baginya ini masalah besar, dan karenanya ia marah. Bagi saya ini masalah kecil, yang olehnya dibesar-besarkan, yang karenanya saya ikutan marah. Karena saya tidak suka orang yang membesar-besarkan masalah kecil. Komunikasi mencari siapa yang benar pasti menemui jalan buntu jika tidak ada pihak yang mengalah, dan berdasarkan pengalaman masalah tersebut pudar seiringnya dengan waktu dan kelelahan kedua belah pihak untuk saling berseteru. Jadi untuk kasus kali ini, tak usah mencari siapa yang benar. Biarkan waktu yang menyelesaikan dengan caranya sendiri.

Memang pertengkaran adalah bumbu dalam rumah tangga, namun jika terlalu banyak bumbu juga rasa masakan bisa jadi tak karuan.

Menunggu Jadi Manajer

Dulu ketika masih kuliah di jurusan manajemen, ada harapan dan kemungkinan tinggi untuk mengisi posisi sebagai manajer. Setelah DO dari kuliah harapan itu berangsur-angsur sirna. Kurang lebih tujuh tahun, bukan waktu yang sebentar, harapan atau bahkan pikiran untuk menjadi manajer sama sekali tidak terlintas. Still, I hope to be CEO of my own business for that period.

Sekarang, tahun 2011, tak dinyana tak disangka. Ada tawaran untuk mengisi jabatan sebagai Manajer Koperasi. Why not, I think. Walaupun belum punya pengalaman sebelumnya, walaupun segala materi kuliah tentang manajemen telah berlalu lebih dari 8 tahun lalu, tetap saja masih tertinggal jejak-jejak ilmu manajemen di otak saya yang sudah agak berkarat ini.

Koperasi yang nantinya saya kelola (boleh dong optimis duluan) adalah koperasi yang baru berdiri. Jadi ketika saya diangkat menjadi manajer nanti (Amiiin) maka bawahan saya nanti adalah kursi, meja, lemari dan komputer. Ya, koperasi itu belum punya karyawan.... Jadi pada mulanya saya merangkap bekerja sebagai manajer, staf administrasi, bag. rumah tangga, bag. IT, bag. keuangan, bag. pemasaran, etc. But, it's okay as beginning. Pastinya jika dikelola dengan efektif dan efisien koperasi ini akan berkembang dan membutuhkan personil-personil tambahan (yang pastinya dibawah manajer). And finally, untuk pertama kali dalam hidup saya, saya akan punya bawahan, hahahha..... (evil laugh)

Sudah sebulan sejak saya menitipkan lamaran, namun belum ada panggilan wawancara, Katanya koperasinya masih dalam tahap mengurus badan hukum. I understand that, I'll keep waiting, but please don't hang me for a long time.I need kepastian though. There's must be a series of tough task to be completed when those dream come true. There will be a lot of problem and opportunity.

Me-Remove Saudara Sendiri dari FB

Sudah sekitar sebulan sejak saya me-remove adik saya sendiri dari friend list di facebook. Penyebabnya adalah karena ada sedikit lumayan banyak kesalahpahaman di dunia nyata. Me-remove seseorang ternyata bisa jadi pelampiasan tersendiri terhadap kekesalan kita terhadap seseorang, menurut saya itu cara yang lebih baik daripada memakai kata-kata makian dari kebun binatang kepada orang bersangkutan. Dikarenakan facebook sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup saya, maka dengan me-remove seseorang dari friendlist dengan sendirinya saya merasa telah me-remove seseorang tersebut dari hidup saya. problemo solved.

Walau saat ini saya tidak lagi merasa kesal atas perilaku adik saya yang satu itu, tapi sampai dengan saat ini saya masih belum menambahkan dia dalam friend list saya. Alasan jujurnya, ia terlalu idealis dan cerewet jikalau mendapati saya berkomentar bodor, terutama komentar di status seseorang yang lawan jenis. You better not know what I'm doing in facebook.

Permintaan Maaf

Bagi seorang yang mengaku blogger. Tidak mem-posting sesuatu yang original diblognya dalam jangka waktu lama (lebih dari sebulan) adalah sebuah dosa. Dan saya dengan sangat menyesal, mengaku telah melakukan dosa tersebut.

Dengan ini saya meminta maaf secara terbuka kepada dunia per-blog-an di Indonesia, masyarakat blogger sedunia umumnya, juga kepada blogger.com yang telah memberi saya lapak gratis di dunia maya. Sebagai tanda permintaan maaf dan penyesalan saya, maka saya berjanji akan memposting minimal 1x dalam 1 minggu.

Jika ternyata dikemudian hari didapati saya tidak menepati janji tersebut maka saya bersedia membuat permintaan maaf lagi di blog saya ini.

Kamis, 10 Maret 2011

Celine Dion di Mesjid

Suatu saat aku pernah bermimpi, dalam mimpiku aku sedang menjadi makmum dalam shalat berjamaah. Di saat seharusnya imam membacakan surat Al-Fatihah, justru yang terdengar adalah lantunan lagu dari grup band 'Sheila on 7' (aku lupa lagunya). Saat terbangun aku berpikir sungguh konyol mimpiku itu, dan tak pernah terlintas dalam pikiran bahwa hal semacam itu bisa terjadi di dunia nyata.

Bertahun kemudian, suatu kejadian kembali mengingatkan aku pada mimpiku tadi. Ketika shalat berjamaah, tiba-tiba dari handphone seseorang terdengar bunyi ringtone lagu. Setelah shalat aku baru tersadar bahwa mimpiku itu bukan sesuatu yang mustahil terjadi di dunia nyata. Bisa saja, di suatu tempat suatu waktu, seorang yang menjadi imam shalat lupa (atau lalai) mematikan handphonenya, dan di saat yang sama ada telepon masuk, kebetulan ringtone yang di set adalah lagu dari Sheila on 7. Betapa teknologi telah banyak mendistorsi kehidupan kita.

Dan tadi ketika jumatan, walau sudah diingatkan berulang kali setiap jumat bahwa alat telekomunikasi harap di nonaktifkan. Tetap saja ada orang yang lupa/lalai/bandel tidak menonaktifkan hapenya barang sesaat. Dan jadilah lantunan lagu dari Celine Dion membuyarkan kekhusuan para jamaah di rakaat terakhir.

Tired Being Employee

Pekerjaan pertama dan pekerjaan satu-satunya selam hidupku adalah menjadi seorang karyawan, orang gajian, bekerja di sebuah institusi. Aku bersyukur kepada Allah tidak ditempatkan pada institusi yang memanjakan karyawannya dengan gaji yang tinggi, berbagai macam tunjangan, rencana masa depan, dan fasilitas-fasilitas pendukung kesejahteraan. Aku bersyukur kepada Allah yang mentakdirkan diriku bekerja pada sebuah 'tempat' (aku keberatan jika menyebutnya perusahaan) yang 'asal menggaji' karyawannya. Sehingga dari pengalaman bekerja selama kurang lebih lima tahun aku merasakan bagaimana tidak enaknya menjadi seorang karyawan.

Yang ada di pikiranku sekarang, mereka yang setiap harinya berkeliling komplek dan kampung mendorong gerobak, menjajakan jualannya adalah lebih baik. Karena mereka merdeka dari campur tangan orang lain, karena mereka tidak punya seseorang kecuali diri sendiri yang harus dituntut supaya diri mereka sejahtera. Dan kini tiba saatku untuk mempersiapkan diri menjadi salah seorang dari wirausahawan.

Rabu, 16 Februari 2011

Pasca Kondangan

Siang ini saya habis menghadiri resepsi pernikahan temen kantor yang sudah nikah tapi pastinya belum kawin (kalo yang udah nikah pasti tau apa bedanya nikah ma kawin). Bagi pengunjung undangan yang masih singel pastinya terbesit pertanyaan dalam hati 'kapan ya gw kaya gitu?'. Dan bagi yang sudah dobel tetep aja pertanyaannya sama 'kapan ya gw kaya gitu (lagi)?' hehehe.... just kidding.

Sebenernya bagi orang yang sudah mengalami moment resepsi, sebenernya resepsi itu agak-agak seperti penyiksaan yang indah (at least based on my experience). Bayangin aja, harus berdiri dari pagi sampe malem, kerjanya cuma empat hal: bangun, duduk, senyum, salaman, begitu seterusnya dari jam 10 pagi sampe jam 8 malem, dan juga menahan diri dari makan dan mengeluarkan sesuatu dari tubuh (u know what I mean...). Kebayang ga capenya? Buat yang resepsinya di gedung mungkin ga seberapa berat karena hanya beberapa jam, paling-paling cuma berat di kantong. Namun yang membuat 'penyiksaan' tersebut tertahankan adalah kehadiran sang istri baru di sisi dan khayalan-khayalan indah tentang apa yang terjadi malam nanti.

Bagi orang tua, momen paling ditunggu-tunggu dalam prosesi pernikahan adalah acara resepsi itu sendiri. Dimana kebanyakan tamu-tamu undangan yang datang adalah handai taulan dari orang tua itu sendiri. Orang tua akan sangat bangga dan senang apabila tamu-tamu yang diundang berdatangan tidak terlalu kurang dan tidak terlalu lebih dari jumlah undangan yang telah disebar, acara resepsi berjalan dengan lancar tanpa kurang suatu apapun, terutama kekurangan nasi putih dan daging.

Bagi mempelai wanita, momen yang paling dinanti-nanti adalah acara akad nikah. Karena setelah akad nikah wanita biasanya tidak terlalu merisaukan lagi masa depannya, satu beban terangkat dari pundaknya. Juga kehadiran seorang pria yang diharapkan akan menjadi imam dan pemimpin dalam hidupnya (mudah-mudahan bukan cuma sekedar harapan... amin).

Dan bagi mempelai pria, momen yang paling diidam-idamkan dari prosesi pernikahan adalah......... setelah semua acara resepsi selesai, setelah para tamu undangan dan saudara-saudara pamit pulang, setelah langit gelap, setelah piring-piring selesai dicuci, setelah pintu kamar pengantin ditutup, ....... Klo yang satu ini ga usah dijelasin secara detail, pasti dah pada ngerti semua.

Udah ah nulisnya, kerja dulu... tar diterusin lagi.