Minggu, 16 Februari 2014

damn I hate SINETRON

Gue suka bingung kalau ditanya apa acara TV favorit, karena memang ga ada satu acara khusus favorit gue sejak serial Friends berhenti tayang di RCTI. Tapi kalau ada yang tanya apa acara TV yang paling gue ga suka dengan yakin seyakin yakinnya gue akan jawab : Sinetron, dan YKS, dan film naga di Indosiar, dan acara hipnotis-hipnotisan ga jelas. Kayanya dengernya aja udah jijik, denger suaranya udah getel kuping, liat  acaranya kaya orang penakut liat Suzanna di film beranak dalam kubur, secepat mungkin langsung cari channel lain.

Bisa-bisanya ada orang bikin acara ga mutu banget kaya sinetron ga mutu sampe seribu episode itu. Dan yang ga habis pikir, kebanyakan penduduk Indonesia yang hidupnya gue yakin biasa-biasa aja pada suka sama ntuh sinetron. Dan ini nih yang paling bikin gue kesel.... Istri gue suka nonton sinetron. Damn! And I can't do nothing about it.

Istri gue tipe orang yang penurut, kalo dia mau keluar rumah walau cuma ke pasar pasti izin dulu sama gue. Dan kalau gue ga izinin dia ga bakal berangkat, walau persediaan cabe sama bawang di rumah dah menipis. Tapi kalau soal urusan nonton sinetron ada aja dalihnya kalau gue larang. Yang paling sering jadi dalih adalah 'Bunda kan cuma mau mencontoh kemesraan antara Rumana dan Robby, coba rumah tangga kita bisa mesra kaya gitu.' One word for you... Lebaaaayyy! Of course I said it only on my mind.


Di 2014 ini ada ga calon presiden yang berani berjanji untuk menghapuskan sinetron dari tayangan TV di bumi pertiwi ini. Gue rasa kalau ada presiden yang berani untuk melarang semua stasiun TV menayangkan sinetron dan acara-acara alay ga jelas itu, tingkat kecerdasan masyarakat Indonesia akan otomatis naik sebesar 70%. Dan pastinya rumah tangga gue bisa jadi lebih harmonis.

pasanganku bikin KESAL


Pernahkah suatu pagi Anda bangun dan tiba-tiba terlintas seseorang di pikiran Anda. Seseorang yang membuat Anda kesal tadi malam sebelum anda tidur dan Anda berharap pada diri sendiri 'Seandainya saya tidak bertemu dengan orang itu hari ini!'. Lalu tiba-tiba pasangan Anda masuk ke kamar dan harapan itu sirna. Hehe... Just kidding. Yang mau saya katakan adalah, kita yang telah menikah ini pasti pernah dibuat jengkel oleh istri, atau dibuat kesal oleh suami. Yang biasanya kejengkelan atau kekesalan itu berhubungan dengan hal-hal yang nampaknya sepele, tidak prinsipil.

Di awal-awal pernikahan, istri saya pernah kesal karena saya katanya selalu lupa menutup rapat pintu kulkas ( padahal menurut saya tidak selalu ) . Dan saya merasa jengkel karena, bukannya dia membantu menutup kulkas malah memerintah ( atau kalimat biasa yang diintonasikan seperti kalimat perintah ) saya untuk menutup pintu kulkas. Padahal jarak dia ke kulkas hanya satu langkah, sedang saya sudah tiduran santai di depan TV. Kenapa sih ga ditutupin sekalian? Kenapa sih harus nyuruh saya? Emang dengan kata-kata kulkas itu bisa nutup sendiri? Seolah olah dia lebih peduli kalau isi dalam kulkas basi daripada hati saya yang kesal dibuatnya.

Bukannya pasangan itu sifatnya saling melengkapi. Kalau saya punya kekeliruan apa salahnya pasangan yang melengkapi. Kalau mengingat-ingat kejadian itu lagi kadang lucu kadang masih kesal. Selanjutnya masalah itu selesai seiring dengan waktu. Entah karena saya yang mulai bisa ingat menutup pintu kulkas dengan rapat, atau dia yang mulai bisa memaklumi keteledoran saya yang satu itu. Atau karena ada topik perselisihan baru yang lebih menarik.

Sekarangpun masih ada saja hal-hal kecil yang membuat kami jengkel satu sama lain. Seperti FTV yang ceritanya beda-beda namun pada intinya jalan ceritanya itu-itu aja, orang kaya yang jatuh cinta pada orang biasa dan kisah cinta mereka terhalang ini itu yang pada akhirnya mereka tetap bersatu. Alright enough, I'm sick just to talk about FTV. Jadi kalau sekarang, saya yang dibuat kesel oleh istri. Entah sengaja atau tidak, sering ketika saya mulai melakukan aktivitas sesuatu seperti baru saja mulai baca buku, baru duduk, baru mulai nonton, baru buka laptop. Istri saya minta tolong melakukan sesuatu, entah itu minta diambilkan hape, minta dibuatkan teh manis, minta nyalain kipas angin ... etc. My God, can't you just stand and do it yourself. Can't you see me JUST ABOUT DOING SOMETHING. Why not you ask for help when I'm NOT ABOUT DOING SOMETHING. Why your timing often so damnly precise to make me fed up. Piuuuhhh, kesel sih, tapi yaudahlah namanya juga pasagan. Kesel sih, tapi yaudahlah jangan disimpen lama-lama keselnya. Kesel sih, tapi coba diomongin aja.


Itulah luar biasanya bagaimana Allah menguji kesabaran kita dalam kehidupan sehari-hari.

Got 30

Hari ini gue berulang tahun yang ke 30. Sudah kepala tiga, bukan dua puluhan lagi, kalau kemarin masih bisa ngaku umur dua puluhan, walaupun 29 tapi judulnya masih dua puluhan. Tapi sekarang sudah 30, iya 30, sepertinya masih ga percaya sekarang umur gue udah 30 tahun. kayanya masih kemarin lulus SMA, umur 17 tahun, ga kerasa 13 tahun terlewat sejak saat itu. Ga kerasa? Emang loe kemana aja sampe sekarang umur 30 ga kerasa!

Well, pastinya banyak yang terjadi sejak usia 17 tahun sampai dengan sekarang usia 30 tahun. Mengapa usia 17 tahun yang dijadiin patokan? Karena di usia segitu saya baru mengenal dunia, maksudnya dunia yang penuh dengan warna-warni, pahit-manis, sukses-gagal, hitam-putih, bukan empat mata, tonight show....loh kok malah jadi kesini. Anyway, sampai dengan usia 17 tahun yang gue tahu hanya sekolah dan sekolah, dan pulang ke rumah tentunya. Pergi ke mall dalam setahun aja bisa dihitung dengan hitungan jari, sebelah tangan, minus jempol, maklum anak kampung dan waktu itu mall di Bekasi masih satu. Usia 17 tahun gue mulai jatuh cinta, mulai sering ke mall, mulai ikut ekskul, mulai ke Jakarta (tanpa orang tua), dan yang terpenting mulai kuliah. Sejak saat itu kehidupan mulai menunjukkan bentuknya.


Dan saat ini, di usia 30, kehidupan memang belum menunjukkan sepenuhnya wujud aslinya. Namun setidaknya gue udah tahu dan memahami kehidupan jauh lebih dewasa dibanding 13 tahun lalu. Banyak hal lebih baik dibanding 13 tahun lalu, banyak hal-hal baru yang saya lakukan, banyak tempat-tempat baru yang saya kunjungi, film yang telah ditonton dan buku yang telah dibaca tak terhitung banyaknya. Sudah selayaknya gue bersyukur dan tidak terlalu memanding-bandingkan.

not LIFE as usual

Di film wolf of wallstreet ada dialog yang artinya kurang lebih seperti ini : 'Kantormu tidak normal dibanding dengan kantor biasa, 'lalu Di Caprio berkata', 'yah, lagi pula siapa yang mau jadi orang biasa'. Cuma sebaris dialog namun mengena. Yah sangat mengena sekali. Kebanyakan orang mungkin sangat berharap bahkan bercita-cita untuk menjalani hidup yang biasa: lahir, sekolah, kuliah, kerja, menikah, punya anak, menjalani rutinitas yang sama setiap hari, setiap bulan, dan hampir setiap tahun, lalu pensiun. Orang-orang yang menjalani kehidupan yang biasa khawatir, atau tidak punya waktu, atau tidak punya uang untuk mengunjungi tempat-tempat yang baru. Sekarang coba hitung berapa tempat baru yang Anda kunjungi dalam setahun terakhir, berapa jumlahnya? jika masih kurang dari dua puluh berarti Anda masih menjalani hidup yang biasa-biasa saja. Kebanyakan hari dalam setahun Anda habiskan hanya ke dua tempat yang sama, yang itu-itu saja. Rumah dan kantor; sampai-sampai dunia rasanya hanya selebar perjalanan rumah - kantor, ya kan! Dunia yang kita pelajari ketika SD di pelajaran geografi tidaklah hanya seluas perjalanan rumah - kantor. Dunia itu terdiriri dari tujuh samudra dan lima benua. Berapa benua yang pernah kita kunjungi, berapa negara yang pernah kita singgahi, berapa kota yang pernah kita datangi?


Keputusan untuk menjalani kehidupan yang biasa atau yang tidak biasa (luar biasa) adalah keputusan masing-masing orang. Tidak ada yang bisa memaksa kita untuk menjalani salah satunya, sepenuhnya adalah keputusan kita sendiri. Dunia butuh kedua jenis orang tersebut, yang biasa dan yang luar biasa. Jika yang ingin Anda dapatkan adalah kehidupan yang sama dari hari ke hari, rasa aman, kepastian, status quo maka kehidupan biasa adalah untuk Anda. Jika yang ingin Anda cari dalam hidup adalah petualangan, hal-hal baru, passion, maka kehidupan biasa adalah bukan sama sekali untuk Anda. Jika masih merasa terjebak dalam kehidupan yang biasa, Anda mesti  menancapkan niat kuat-kuat, berusaha semaksimal mungkin untuk keluar dari rutinitas. Atau paling tidak menambahkan petualangan-petualangan kecil di sela-sela rutinitas, mengunjungi tempat-tempat baru di akhir pekan. Atau berusaha mencari pekerjaan lain yang lebih 'tidak biasa'.

creating positive ANCHOR

Ada yang tau anchor itu apa? Secara harfiah anchor berarti jangkar. Dalam Neuro Linguistic Programming (NLP), anchor adalah sesuatu hal yang bisa berupa kata-kata, gambar, tempat, gerak tubuh, aroma, rasa dan hal lain yang dapat ditangkap panca indra yang secara otomatis bisa memicu kondisi emosi tertentu seperti gembira, berani, bahagia, tenang bahkan juga emosi negatif seperti takut, cemas atau marah. Bagi sebagian orang, melihat kecoa adalah Anchor untuk rasa takut. Jika disingkat dalam satu kata anchor adalah pemicu, trigger.

 Anchor itu seperti kita punya tombol di tubuh, dan ketika kita kita ingin lebih pede kita tekan tombol tertentu. Ketika kita ingin tenang kita menekan tombol yang lain. 'Menekan tombol' disini bisa dilakukan dengan kombinasi gerakan tertentu yang unik, atau dengan kata-kata, atau gabungan keduanya, atau hal lain yang unik.

Bayangkan jika kita dapat mengatur state kita, kondisi emosional kita secara otomatis dengan gerakan sederhana. Sesederhana menekan tombol untuk menjalankan program tertentu di komputer. Tentunya anchor-anchor yang ingin kita tanamkan secara pribadi adalah anchor yang positif. Saya baru beberapa hari mengikuti pelatihan NLP dan merasa perlu untuk membangun anchor-anchor positif tersebut, antara lain :
  • Bahagia
  • Berani / pede
  • Ketenangan batin
  • Gembira / lucu
  • Hubungan batin dengan Allah
  • Kreativitas
  • Meningkatkan level energi
  • Belajar itu menyenangkan


Saya masih belum bisa memutuskan akan seperti apa gesture yang cocok dan sreg untuk masing-masing anchor tersebut. Intinya, untuk menciptakan anchor sebenarnya cukup mudah. Tinggal kita munculkan perasaan, emosi, pikiran kita ketika berada dalam state yang kita inginkan. Ketika state tersebut sampai atau mendekati puncak maka langsung kita buat gerakan yang akan kita jadikan anchor. Semoga berguna untuk para pembaca dan diri saya pribadi. Let's creating POSITIVE ANCHOR.

30 and ACHIEVE little

Dalam beberapa hari ke depan bisa jadi sesuatu yang aku khawatirkan terjadi, yaitu berumur 30 dan belum mencapai apa-apa. Tapi tunggu dulu, apakah hidup itu semata-mata hanya untuk mencapai sesuatu, untuk memiliki sesuatu yang pada hakikatnya kita sebagai manusia tidak memiliki apa-apa kecuali semua itu titipan yang suatu saat akan dikembalikan. Ya jadi sebenarnya tidak perlu untuk khawatir. Jalani dan ambil hikmahnya saja.

Akhirnya usia 30 itu datang juga, Alhamdulillah saya masih bisa merasakan bagaimana rasanya umur 30. Jika saya tidak bisa merasakan umur 30 berarti saya tidak ada di dunia ini lagi. Jadi kesimpulannya, usia berapapun yang Anda miliki bersyukurlah karena Anda masih bisa merasakan umur tersebut. Dan selagi Anda masih bisa merasakan nafas Anda, masih ada sesuatu yang bisa Anda perbuat untuk hidup Anda.

Sekarang usia 30 itu sudah lewat, 30 tahun lewat beberapa hari. Dan target perubahan yang dulu pernah dicita-citakan                                                                                                                                                                              sebagian besar belum terwujud. Ketika usia saya sudah 30, saya akan menjadi ini, saya akan memiliki itu. Meski begitu saya bersyukur atas hal-hal baik yang telah dicapai, terjadi dan dimiliki hingga saat ini. Hal-hal lain yang belum terjadi itu bukanlah sebuah kegagalan. Hanya umpan balik mengenai bagaimana saya mencapai target selanjutnya di usia 40.


Menjadi lebih bijak, lebih banyak petualangan, lebih banyak memberi, lebih bermanfaat, lebih sejahtera dan menjalani hidup dengan epenuhnya.

kantor NERAKA

Pernahkah Anda bangun tidur di hari senin dan berkata pada diri Anda sendiri: 'malesnya berangkat kerja'; 'coba ini masih hari libur'; 'coba hari ini ujan deres, cuaca buruk, banjir jadi gue punya alasan buat ga berangkat kerja'. Atau mencari-cari alasan lain untuk tidak masuk kerja. Itu salah satu tanda bahwa pekerjaan yang sekarang bukan pekerjaan yang benar-benar sesuai passion Anda. Atau, ada bagian-bagian dari pekerjaan yang ingin Anda hindari. Untuk alasan yang pertama beralih pekerjaan adalah ide yang bagus. Untuk alasan yang kedua sebaiknya Anda hadapi apapun itu yang membuat Anda menghindari pekerjaan. Bisa itu atasan, bawahan, rekan kerja, mitra kerja, pelanggan, beban pekerjaan yang berat, deadline atau apapun itu. Pada intinya Anda masih bisa menerima pekerjaan Anda yang sekarang, hanya saja Anda tidak suka bagian-bagian tertentu dari pekerjaan tersebut. Bagian-bagian tersebut ada yang bisa secara fisik dipisahkan, seperti memutasi bawahan yang menyebalkan, mendelegasikan tugas yang membosankan, menolak mitra kerja yang tidak kooperatif, dll. Dan ada bagian-bagian yang tidak bisa di hilangkan, seperti atasan yang bossy,  beban kerja yang tidak bisa dihindarkan, pelanggan yang harus dilayani. Untuk bagian-bagian yang tidak bisa dihindarkan tersebut, terima sajalah dengan keikhlasan karena memang begitu adanya. 'Lawan' dengan sikap terbaik yang kita bisa. Dan jika sudah tidak tertahankan lagi seperti neraka, sebaiknya Anda segera menyusun escape plan, rencana untuk keluar dari pekerjaan yang sekarang dan mencari pekerjaan yang lebih manusiawi menurut ukuran Anda. Pekerjaan dimana Anda dengan senang hati bangun tidur di senin pagi, siap-siap berangkat kerja dan bersinar.


Ada ungkapan you create your own hell, mungkin ada benarnya. Jika kita menghadapi sesuatu yang tidak kita sukai mengapa kita tidak mengubahnya, atau paling tidak mencari kondisi lain yang lebih bersuasana surga daripada yang terasa seperti neraka. Jika hidup ini bisa menyenangkan, mengapa harus menyusahkan.