Selasa, 21 April 2015

FEELING lost

Perasaan apa ini, yang menyelimuti hatiku sejak beberapa hari yang lalu! Perasaan seperti berada di kereta yang sedang berjalan tapi tidak tahu ingin kemana atau  harus berhenti di stasiun mana. Sementara kereta terus melaju tanpa bisa dihentikan. Ada kekhawatiran bahwa stasiun sebenarnya yang kita tuju telah terlewat. Saya tidak bisa sembarang bertanya ke orang lain, kemana tujuan saya? Tidak akan ada yang tahu. Satu-satunya orang yang harusnya tahu adalah saya, tapi saya tidak tahu. Bingung!

Dada ini sesak, kaki ini tidak bisa berdiri tegak. Ingin rasanya tertidur dan tahu bahwa ini semua hanya mimpi. Tapi bukan begitu caranya, itu namanya melarikan diri dari kenyataan. Antara terlalu banyak pilihan dan tidak ada pilihan untuk dipilih. Sebagian diri ini ingin cepat melangkah mengikuti waktu, sebagian lagi ingin berdiam diri menunggu ketetapan hati. Separuh hati ini merasa takut, cemas dan gelisah, separuh lagi merasa akan ada sesuatu yang hebat yang kan datang. Pikiran bawah sadar berusaha menyelamatkan pikiran sadar dari gejolak hati yang tak menentu. Dengan cara membiusnya dengan rasa kantuk. Ya, tidur menjadi penyelamat paling mudah ketika hati tak menentu. Namun tidak sekarang, tidak di kantor, tidak di jam kerja.


Aku tersesat. Setidaknya itulah yang kurasakan, meski kenyataan sebenarnya tidak terlihat begitu. Mungkin google bisa membantu. Karena tak seorang pun sepertinya bisa mengerti, tidak juga diriku.

kiriman DOAnya sudah sampai yah

Nitip doa itu sudah suatu hal yang wajar. Biasanya kita meminta doa dari orang soleh, kyai, guru, ustadz atau ulama. Atau ke orang tua, ibu, ayah, kakek, nenek atau orang lain yang kita tuakan. Bisa juga kita minta doa ke orang yang akan melakukan ibadah, seperti minta doa ke orang yang mau berangkat ke tanah suci atau yang berdakwah. Bulan ini saya nitip doa kepada ayah saya, beliau adalah orang yang rajin beribadah, selalu solat lima waktu ke masjid, selalu baca quran, zikir dan talim tiap hari. Orang tua saya juga saat ini sedang melakukan perjalanan dakwah selama empat bulan ke Kalimantan, mensyiarkan agama Allah, mengajak orang-orang untuk memperbaiki imannya. Sebelum ayah berangkat, saya sempat nitip doa agar saya ini dijadikan hambanya yang soleh. Terus terang, beberapa tahun belakangan ini saya seperti hamba yang angot-angotan, kalau kata orang betawi bilang. Kadang rajin ke masjid, terkadang lebih betah solat di rumah. Kadang rajin baca quran, terkadang lebih rajin baca koran. Kadang memikirkan akhirat, terkadang juga lebih banyak merisaukan dunia. Saya ingin menjadi orang yang soleh dalam arti sebenarnya, orang soleh yang istiqomah.

Menjadi orang soleh, itulah yang saya minta agar ayah mendoakan saya. Dan sepertinya doa ayah manjur, karena selain beliau adalah orang tua kandung, beliau juga sedang melakukan perjalanan suci mengemban dakwah Illallah. Akhir-akhir ini saya jadi merasa ingin lebih banyak beribadah. Lebih betah di masjid. Mengurangi maksiat dan hal-hal yang tidak berguna. Sedikit-demi sedikit namun terasa perubahannya. Padahal saya tidak mendengarkan ceramah, atau membaca buku agama, atau input-input positif yang membuat saya seperti ini. Hanya saja hati ini jadi lebih condong ke arah kebaikan, tanpa sebab yang kelihatan. Saya bertanya pada hati saya, dan jawabannya adalah: Ini adalah berkat doa ayahmu.


Terima kasih ayah, doamu telah sampai. Teruslah berdoa untuk anakmu ini, jangan bosan-bosan. Itulah pemberian terbaik melebihi segala bentuk pemberian berbentuk materi. Doa, trust me... It works.

Senin, 20 April 2015

survey SELF PUBLISHING Indonesia

Sesuai target saya tahun ini, yaitu menulis dan menerbitkan buku. Perusahaan self publishing menjadi pilihan pertama dan termudah untuk menerbitkan buku. Targetnya kan menerbitkan buku, jadi pada awalnya tidak masalah siapa yang menerbitkan, berapa yang terjual... Yang penting terbit dulu. Setelah terbit, baru ... Terang. Apa sih!

Oke serius. Pilihan self publishing company di Indonesia, setelah browsing dan survey di internet ada beberapa perusahaan self publishing di Indonesia yang layak menjadi kandidat untuk menerbitkan buku pertama saya. Yaitu :


  • Dapurbuku.com
  • Leutikaprio.com
  • Nulisbuku.com
  • Grepublishing.com
  • Heryamedia.com
Dari ke lima self publishing tersebut rencananya akan saya bandingkan satu sama lain. Mana kiranya yang terbaik. Faktor yang menjadi pertimbangan saya dalam membandingkan  self publishing tersebut antara lain :
  • Jumlah buku yang telah berhasil diterbitkan
  • Jumlah penulis yang mempercayakan bukunya untuk diterbitkan
  • Popularitas website
  • Liputan dari media
  • Tampilan website
  • Isi website
  • Minimum biaya penerbitan
  • Pembagian royalti
  • Keaktifan komunitas
  • Lama proses penerbitan
  • Biaya-biaya bagi penulis
  • Jasa tambahan
  • Promosi buku
  • Dan kelebihan atau kekurangan lain yang pantas diulas
 Sebelum saya umumkan hasil riset kecil-kecilan saya ini. Ada baiknya kita mengetahui seluk beluk self publishing melalui artikel-artikel yang saya temui di internet. Check itu out!

To be continued ...

Minggu, 19 April 2015

PR 2015 : job and CAREER

Karena kemungkinan ini adalah tahun terakhir saya, sebagai manajer di koperasi tempat ini. Maka otomatis ada dua hal yang menjadi PR saya. Yaitu :
  1. Leaving a legacy. Membereskan segala sesuatunya di koperasi. Mulai dari organisasi, manajemen, keuangan, SDM, general affair, unit usaha, CSR. Setelah hampir tiga tahun membenahi koperasi, Alhamdulillah semuanya tinggal proses finishing.
  2. Preparing for next career. Karir berikutnya kemungkinan masih di sektor koperasi. Sebagai manajer di koperasi dengan skala yang lebih besar. Ada beberapa hal yang perlu disiapkan, antara lain resume & CV, networking, portofolio, skill & knowledge.

Untuk mengingatkan diri saya, dan sebagai memoar atas moment ini. Saya tuliskan beberapa hal yang menjadi PR saya di tahun ini.

LEAVING A LEGACY
  • Mengelola akuntansi dan menyajikan laporan keuangan sesuai SAK ETAP
  • Memenuhi semua kewajiban perpajakan
  • Merapihkan data simpanan dan pinjaman anggota
  • Revitalisasi rekening-rekening milik koperasi
  • Melaksanankan perencanaan dan pengendalian anggaran
  • Merapihkan arsip-arsip dari tahun 2012 s/d 2015, hardcopy & softcopy
  • Melaksanakan sistem manajemen kearsipan yang rapih dan profesional
  • Melakukan manajemen kantor yang profesional
  • Melaksanakan semua langkah-langkah perlindungan aset dan infrasturktur koperasi
  • Membuat format database stakeholder
  • Merancang sistem informasi yang reliable beserta pemeliharaannya
  • Menyusun draft anggaran rumah tangga
  • Menyempurnakan 90 lebih peraturan khusus dan petunjuk teknis
  • Mempelopori pembentukan forum komunikasi dengan koperasi karyawan PT. Indonesia Power
  • Memantapkan skill, attitude dan teamwork pengelola koperasi (supervisor, staf dan personil pendukung)
  • Membentuk tim jasa teknik
  • Mengurus pemisahan manajemen koperasi dan PT
  • Menginisiasi bisnis external koperasi

PREPARING FOR NEXT CAREER
  • Menulis buku mengenai koperasi
  • Membuat blog/website mengenai koperasi
  • Networking ke potential employer
  • Menyusun portofolio
  • Mempelajari kembali NLP
  • Mempelajari kembali materi sertifikasi manajer KJK
  • Mempelajari SAK ETAP
  • Mempelajari balance scorecard
  • Mempelajari business model generation
  • Memantapkan pengetahuan dan keterampilan yang sudah dimiliki
  • Beeing good person


Sementara itu saja dulu ...

Sabtu, 18 April 2015

waktunya PINDAH

Kemungkinan besar ini menjadi tahun terakhir saya di koperasi tempat saya bekerja saat ini. Bukan karena saya tidak betah atau tidak suka dengan tempat kerja yang sekarang. Hanya saja saya merasa sudah waktunya move on. Pindah ke pekerjaan lain yang lebih menantang, membuat saya keluar dari comfort zone, yang lebih rewarding dan lebih dekat dengan panggilan hidup. Setelah keluar dari koperasi tempat saya bekerja ini mungkin saya akan mencari pekerjaan di koperasi lain yang lebih besar di posisi manajemen atau menjadi bos bagi diri sendiri, entah itu freelance atau ber-entrepreneur.

Mereka yang bijak tahu kapan waktunya beranjak pergi. Tidak lekat pada sesuatu yang menurut mereka nyaman, namun kurang sesuai dengan panggilan hati. Pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Pindah tempat tinggal dari satu wilayah ke wilayah lain. Dulu ketika muda, pindah dari satu hati ke hati yang lain. Dan pada akhirnya kita juga akan pindah, dari satu alam ke alam yang lain. It just a matter of time, wise men know that they should prepare.

PS :
Next Career option :
  • Writer
  • Manager in Cooperative in bigger scale
  • Work abroad
  • Entreprenerur

Still waiting for preparation and opportunity to meet each other

Jumat, 17 April 2015

MEMBENAHI koperasi

Sebagai manajer koperasi. Tugas berbenah tak pernah habis. Selalu saja ada yang dibenahi. Entah itu ketika pertama kali membenahi koperasi yang baru berdiri, maupun membenahi koperasi yang sudah lama berdiri. Apa saja yang harus dibenahi dalam suatu Koperasi? Dibawah ini saya tuliskan beberapa hal yang perlu dibenahi :
  1. Data anggota
  2. Bukti-bukti transaksi
  3. Laporan keuangan
  4. Utang piutang
  5. Simpanan anggota
  6. Pinjaman anggota
  7. Rekening bank
  8. Pajak
  9. Data karyawan
  10. Absensi karyawan
  11. Penilaian kinerja
  12. Rekruitment dan seleksi
  13. Pelatihan dan pengembangan karyawan
  14. BPJS karyawan
  15. Perjanjian kerja karyawan
  16. Kantor dan lingkungan kerja
  17. Surat-surat
  18. Dokumen-dokumen penting
  19. Data aktiva
  20. Aktiva tetap
  21. Perlengkapan kantor
  22. Arsip hardcopy dan softcopy
  23. Sistem informasi
  24. Pengamanan aset
  25. Hubungan dengan stakeholder
  26. Pengelolaan usaha
  27. Pengawasan usaha
  28. Pengembangan usaha
  29. Maintain customer
  30. Dll.

Dan ada beberapa hal lain yang mungkin belum terpikirkan oleh saya sekarang ini. Seorang manajer memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membenahi hal-hal tersebut diatas. Tidak harus dibenahi sendirian, namun bisa didelegasikan kepada bawahannya. Namun sebelum mendelegasikan, tugas manajer jugalah untuk memastikan bahwa apa yang didelegasikan sudah jelas dan dapat dipahami. Dan orang yang didelegasikan sudah siap menerima penugasan. Perlu diingat bahwa kita bisa mendelegasikan tugas, namun kita tidak bisa mendelegasikan tanggung jawab. Jika bawahan tidak sanggup menyelesaikan tugas yang didelegasikan, maka otomatis tugas tersebut menjadi tugas sang atasan.


Menuliskan daftar tersebut diatas saja sudah cukup membuat otak penat, apalagi Jika dibayangkan. Memang tidak ringan tugas dan tanggung jawab seorang manajer koperasi. Karena dari itu, jangan dibayangkan. Dikerjakan saja, satu demi satu. Banyak berbuat baik dan berdoa agar Allah mempermudah pekerjaan kita, atdau membuat kita lebih tangguh. 

Kamis, 16 April 2015

BEKERJA itu untuk membantu orang lain

Siapapun yang memiliki pekerjaan pastilah bekerja untuk membantu orang lain
Dalam cara yang langsung maupun tidak langsung
Perbedaannyaa ada orang yang menyadarinya dan ada yang tidak
Saya sendiri bekerja menyusun peraturan yang dapat membantu orang lain lebih mudah dalam melakukan pekerjaannya
Membantu memotivasi dan menginspirasi rekan kerja untuk menjadi pribadi yang baik
Membantu organisasi agar diisi oleh orang orang baik dengan hubungan yang baik pula
Membantu memelihara dan mengembangkan dana yang dipercayakan anggota kepada Koperasi

Membantu orang lain agar dapat bekerja secara optimal