Sabtu, 01 Februari 2014

100% chance of SUCCESS

Setelah sesi hypnoterapi saya bertanya kepada sang terapist, pa Rahmadsyah, Pa bagaimana caranya supaya target, rencana dan program yang saya jalankan tidak berhenti di tengah jalan karena disabotase diri sendiri? Beliau menyarankan setelah sesi hypnoterapi dan mengetahui penyebab-penyebab sabotase diri, bahwa ada bagian-bagian dari diri saya yang tidak suka dengan keputusan saya menetapkan target, rencana maupun program yang saya canangkan secara sepihak untuk diri saya. Beliau menyarankan agar saya berdiskusi dan meminta persetujuan terlebih dahulu kepada semua bagian-bagian dari diri dan tubuh saya sebelum menetapkan suatu target atau rencana yang ingin dicapai dan dijalankan.

Setelah itu saya selalu bertanya ke dalam diri setiap saya ingin melakukan kebiasaan baru yang ingin saya lakukan. Meskipun ada sedikit rasa khawatir kebiasaan baru yang ingin dimulai ada kemungkinan kandas di tengah jalan, seperti yang sudah-sudah. Kemudian terbersit pemikiran 'Mengapa tidak tanyakan saja ke bagian-bagian dari diri saya mengapa rasa khawatir itu muncul'. Lalu mulailah saya bertanya kepada bagian-bagian dari diri saya: kepala, panca indra, tangan, kaki, perut, jantung, hati. Tahu jawaban apa yang langsung saya dapatkan dari mereka? Hanyalah senyuman. Seolah-olah saya bertanya sesuatu yang begitu sederhana kepada seseorang sehingga orang tersebut cukup menjawab dengan senyuman menganggap saya sudah tahu. Begitulah yang kira-kira terjadi selama menit-menit pertama saya mengajukan pertanyaan itu. Pertanyaan 'Mengapa saya merasa khawatir kebiasaan-kebiasaan baru yang saya jalankan bisa berhenti di tengah jalan?'

Setelah tersenyum beberapa lama, barulah mereka serentak menjawab dengan jawaban yang membesarkan hati. Katanya: Jika segala keputusanmu, walaupun itu suatu kebaikan menurutmu, jika tidak didiskusikan dan mendapat persetujuan dari kami terlebih dahulu maka kemungkinan keputusan itu akan terlaksana secara konsisten adalah 0%, dalam arti pasti berhenti di tengah jalan. Namun jika segala keputusanmu itu terlebih dahulu didiskusikan, meminta persetujuan dan dukungan dari kami semua, bagian dari dirimu, dan setelahnya kamu mendapat persetujuan dan dukungan dari kami. Maka kemungkinan apa yang kamu putuskan adalah 100% berhasil. Sekeras apapun usaha yang mesti dilakukan, kalau kami mendukung maka akan kami lakukan. Mata siap begadang sampai pagi, otak siap bekerja dengan cepat, seluruh badan siap menjadi sehat, perut siap menahan lapar.


Ternyata sesederhana itu sebuah jawaban yang 10 tahun lebih aku cari.

Rabu, 15 Januari 2014

masuk TIPI

Gue ga pernah kebayang masuk tipi (TV), walaupun gue pernah masuk tipi waktu di kampus ada shooting acara pengajian bada subuh. Gue lupa siapa waktu itu ustadz dan pembawa acaranya, yang gue inget waktu itu cuma gue masuk tipi dan nenek gue yang di kampung nonton. Walaupun ga dapet honor sebagai figuran, thats fine for me. Waktu itu take untuk dua episode, pas take pertama gue duduk paling depan, pas take kedua gue disuruh duduk paling belakang. Kata kru tipinya ganti episode ganti muka. Bodohnya gue nurut aja lagi disuruh kebelakang. Ketika diundang menjadi salah satu narasumber di salah satu talkshow yang pembawa acaranya mentalist yang kepalanya klimis... maaf sebelumnya om... peace! Punya gue jangan dibengkokin. Gue ga mau sebut apa acaranya nanti ketauan dikira gue pamer. Sebelumnya gue ga kebayang bahkan untuk bisa jadi penonton live di acara itu. Tapi sekarang malah duduk di depan panggung sama si om, ga kebayang kan... ngerinya deketan sama si om... bukan apa-apa, takut dibengkokin aja. Serunya pas si om nya nanya sesuatu dan gue jawab sesuatu yang membuat penonton bertepuk tangan. Tiba-tiba hal yang ga diinginkan terjadi, telinga gue ga bisa denger apa-apa, terus pandangan gue jadi gelap semuanya hitam. Dalam hati gue bertanya-tanya, apakah ini kerjaannya tim super t**p? tapi masa iya sih gue masuk tipi dua acara dalam  sehari, sebegitu terkenalkah gue. Lalu sayup-sayup terdengar sebuah suara... Allahu Akbar.. Allahu Akbar... .Azan subuh, bangun, wudhu, pergi ke masjid, dzikir sampe matahari terbit, mandi, nunggu jadwal nanti malem di wawancara sama Tukul.

READING list

Kalo bisa diibaratin nerbitin buku itu ibarat skripsi lo diterima dan lo jadi sarjana. Dan kalo buku lo best seller itu ibarat lo lulus dengan predikat cum laude. Dan kalo sebab buku lo yang best seller itu lo jadi diundang di acara talkshow itu ibarat pas lo wisuda trus lo nembak cewek yang dari sejak ospek lo taksir trus diterima tanpa syarat. Dan kalo buku lo yang best seller itu ngeluarin buku lagi yang best seller itu ibarat lo lulus kuliah trus di terima kerja di perusahaan bonafid di luar negri dengan posisi yang keren yang bikin temen-temen kuliah lo ngiri. Dan kalo dari buku-buku best seller itu lo jadi milyuner itu ibarat lo jadi nikah sama cewek yang pas wisudah lo tembak, trus cewek itu mau lo ajak tinggal di luar negri. Udah ah, kejauhan ngayalnya, kalo kejauhan susah pulangnya, mesti naek busway transit tiga kali. Tadi sampe mana ya mas/mba? Kata pembaca: Lha lo kan penulisnya kok nanya gue! Oke, oke fine... ga usah nyolot gitu dong mas bro, gue cuma ngetes aja.

...

...

...

O iya jadi... namanya kuliah kan ada buku-buku wajibnya tuh, buku pegangan... buku yang dipegang-pegang doang. Nulis buku juga kudu ada buku wajib. Nah kalo buat gue buku wajib itu adalah buku-buku karya :
Dari dalam negri
  1. Andrea Hirata
  1. Dewi Lestari
  2. Raditya Dika and their comic fellows
  1. Andreas Harefa
  1. Asma Nadia
Dari luar negri
  1. Paulo Coelho
  1. JK Rowling
  1. ( itu aja dua, itu doang yang gue kenal, itu juga mikirnya sejam kurang tujuh menit )


Mungkin itu dulu, ga tau nanti kalo ada tambahan buku dari dosennya di update lagi.

EMPAT orang tokoh

Novel yang nanti saya buat terdiri dari empat orang tokoh utama, yaitu : tapi sebelumya mohon maaf jika ada kesamaan nama jangan geer dan minta apalagi sampai menuntut royalty dari buku ini, ini bener ga disengaja... suerr deh. Yaudah kalo yang namanya sama ga papa gue ajak makan-makan... di warteg... American Warteg (AW)... jangan lupa bawa KTP yang dilegalisir kelurahan, dan harus lurahnya sendiri yang tanda tangan... ga boleh diwakilkan sama sekdes. Kembali ke yaitu :
  1. Budi :
Nama lengkapnya Budi Santoso waktu SD dipanggilnya Boncel... ga tahu kenapa bisa begitu. Dia orangnya polos, sampe-sampe pas SMP masih ngira kondom itu sejenis makanan, dan sempet nanya ke kantin sekolah pas jam istirahat: bu ada kondom ga, yang rasa strawberry ada ga? Langsung besoknya dipanggil kepala sekolah... disuruh jadi kenek tukang bangunan di rumah kepala sekolah, yang tugasnya ngelemparin genteng dari bawah ke atas... tau kan? Yang tau berarti pernah ngelakuin. Bukan karena si Budi nanyain kondom ke tukang kantin, tapi karena badannya Budi yang 11 12 sama Ade Rai kalo sebulan puasa ga makan telor dan kebetulan si kepala sekolah lagi mempraktikan hidup hemat.
Suka makan tapi badannya segitu-gitu aja, suka tidur, suka jalan-jalan, suka cewek... karena menurutnya cewek itu juga salah satu ciptaan Tuhan yang harus dikagumi sebagaimana ciptaan-ciptaan Tuhan yang lain, fisiknya kuat, kadang males, bergairah dalam hidup, ga suka mikir panjang kalau melakukan sesuatu
  1. Cecep :
Nama lengkapnya Cecep Fatahillah waktu SD dipanggil Ncep, nama panggilan standar seluruh Indonesia bagi yang terlahir dengan nama Cecep. Namanya sempat terkenal sekaligus tercemar waktu ada sinetron yang dibintangi Anjasmara, tau kan? Kalo tau berarti lo dah tua. Si Cecep ini memiliki kekurangan fisik, ia tak mampu berjalan dan harus menjalani harii-harinya di kursi roda. Beruntung Cecep punya sahabat-sahabat yang mengerti. Cecepp ini orangnya bijaksana, sabar, cerdas, punya banyak nasehat, suaranya kecil jadi terkadang ketika sahabat-sahabatnya saling berargumen suaranya tak terdengar. Cecep orangnya pendiam, dia bicara hanya ketika yang lainnya berheti bicara
  1. Amir :
Nama lengkapnya masih menjadi perdebatan antara ibu dan bapaknya, antara Amirudin atau Amirulloh. Begitu juga adiknya yang namanya Amira, namanyapun masih menjadi perdebatan antara Amirawati dan Amirastuti, kenapa ga sekalian dinamain Amirasndah? Soalnya Amirasndah waktu itu belum terkenal, masih SD kelas 4. Amir adalah pimpinan geng. Amir punya visi yang jelas, sebagai bentuk pelampiasan balas dendam atas namanya yang tidak jelas. Amir terobsesi untuk menguasai bahasa inggris lantaran waktu kelas dua SMP masih ga tahu arti kata hospital dan diledek sama temen-temenya yang juga sama-sama ga tahu. Soalnya waktu itu gurunya cuma ngasih satu tugas yaitu beli kamus. Amir dah beli kamus tapi tetep ga bisa-bisa bahasa inggrisnya, setelah ditelusuri ternyata yang dibeli kamus Indonesia - Arab, parahnya lagi kamusnya udah expired jadi ga bisa dipake. Kemampuan bahasa inggris siswaw SMP saat itu masih rendah/parah soalnya waktu itu belum ada google translate atau transtool. Berkat kursus bahasa inggris yang diambilnya waktu kelas 2 SMA sekarang Amir tahu arti kata hospital... artinya petugas hotel.
  1. Dudu :
Dudu adalah penyeimbang, mediator. Nama lengkapnya Dudu. Serius... cuma Dudu. Ga ada embel-embel apa-apa lagi. Waktu itu sempet ada yang nawarin gelar ke si Dudu tapi ditolak, padahal lumayan dapet gelar gratis. Setelah ditanya gelar apa yang ditawarin, ternyata yang ditawarin gelar alm. di depan namanya. Dudu ini orang yang ga banyak mikir, selalu jadi penengah, bersama dengan Cecep melerai pertikaian antara Budi dan Amir yang seringkali berselisih.

Rencananya novel pertama sebagai intro atas cerita empat orang sahabat tersebut. Novel kedua sampai kelima menceritakan lebih detail mengenai Amir, Budi, Cecep dan Dudu. Novel ke enam menceritakan ketika keempat sahabat tersebut melakukan perjalanan yang jauh bersama-sama. Novel ke tujuh menceritakan keempat orang tersebut ketika sudah berkeluarga. Novel ke delapan menceritakan ketika keempat sahabat tersebut beranjak tua. Novel ke sembilan saya ga tega nulisnya karena kayanya antara keempat orang itu udah ada yang meninggal, lagipula di novel ke delapan aja saya dah kaya raya kaya JK Rowling yang dah cape nulis Harry Potter. Dan sepertinya dah cukup nyari duitnya tinggal banyakin ibadah sambil nungguin Izrail.


to be continued...

novel KOMBINASI

Saya pengen buat novel yang ...
Lucunya kaya kartun benny & mice atau stand up comedynya para comic
Konyolnya kaya bukunya raditya dika, atau tweetnya pocooong
Gaya tulisannya nyastra abis kaya tertralogi Laskar Pelanginya Andrea Hirata, atau trilogi Supernovanya Dewi Lestari
Yang filosofinya dalem kaya novel terjemahannya Paulo Coelho, atau tulisan-tulisannya Anthony de Mello
Jalan ceritanya jenius dan susah ditebak kaya komik Detective Conan, atau film Inception
Episodenya panjang kaya sinetron tukang gali kubur naik haji, atau sinetron tersandung
Larisnya kaya buku La Tahzan, atau Harry Potter
Murahnya kaya komik Doraemon, atau komik Crayon Sinchan

Saat saya menulis ini, saya mendengar dari dalam diri saya
Bisa jadi... Bisa jadi...
Terus saya balik bilang, kalo ngomong jangan setengah-setengah. Bisa jadi apa? Jadi novelnya atau jadi mustahil?
Katanya lagi: Bisa jadi.... mau tau aja apa mau tau banget?

Terus saya bilang lagi ke dia: ya sutralah, apa yang terjadi terjadilah, yang dia tahu Tuhan penyayang umat-Nya... lho kok malah nyanyi!

when I have satu TRILIUN rupiah

Lucu ya... apa yang lucu? Menuliskan ejaan triliun atau triliyun saja saya tidak tahu. Ini sudah berani memimpikannya, punya uang satu triliun. Yang penting saya tahu satu triluan itu nolnya ada berapa... ada dua belas... sudah saya search di google... google map... Ya tapi selama bermimpi itu ga bayar, bermimpilah sesuka dengkulmu... buat yang otaknya di dengkul. Jadi kembali ke topik permasalahan, yaitu masalah bahwa saya belum tahu uang satu triliun itu mau dipake buat apa aja. Sayang kalo cuma disimpen di gudang... bisa keburu abis dimakan tikus. Saya baru sadar kenapa saya ga dikasih uang satu triliun sama Tuhan, karena Tuhan tahu saya pasti bingung kalo dikasih uang satu triliun... ya seperti sekarang ini... bingung.

Okelah, gini aja deh simplenya kalo punya uang satu triliun :
  1. Pertama pasti buat zakat harta
  1. Buat bikin perusahaan yang bisa membuka lapangan pekerjaan buat banyak orang
  1. Buat bikin atau nyumbang yayasan panti asuhan, rumah singgah, panti werda, rumah rehabilitasi narkoba, pondok pesantren, sekolah gratis
  1. Buat bikin atau nyumbang buat masjid, sarana umum
  1. Ngasih beasiswa ke anak-anak tidak mampu
  2. Nyumbang biaya perawatan kesehatan ke orang-orang tidak mampu
  3. Pergi hajiin dan umroh orang tua dan saudara-saudara
  1. Beli tempat tinggal dan kendaraan yang rada bagusan
  1. Bikin bioskop yang cuma muter film-film berkualitas, dengan sensor tanpa kekerasan dan pornografi
  1. Nonton Formula 1 dan motoGP langsung ke sirkuit
  2. Keliling dunia
  1. And last but not least, nyebarin uang lewat helikopter kaya di film ruma maida


Begitu aja kali ya Tuhan rencana saya kalau Engkau berkenan ngasih saya uang satu trilliun... atau triliyun, whatever... yang penting nolnya 12... saya yakin nolnya 12... soalnya saya dah nyari... di google... google map.

nature of RAIN

Sifat dari hujan adalah sama. Namun dimana hujan itu turun yang menentukan apa yang terjadi. Hujan seharian penuh di hutan Kalimantan tidak banyak menimbulkan masalah, justru menambah subur pepohonan yang ada disana. Namun hujan yang sama jika turun seharian penuh di Jakarta akan menimbulkan masalah besar, banjir, yang bisa mengakibatkan kerugian milyaran bahkan triliunan rupiah. Bukan hujannya yang salah, hujan tetaplah sama, air. Yang salah adalah tempat yang menerimanya. Begitu juga pengalaman-pengalaman hidup, di tempat kerja, dimanapun juga. Orang-orang sulit yang kita hadapi. Kesalahan yang kita buat. Jika diterima dengan cara yang baik akan menjadi baik juga. Ingat, apa yang kita lihat mencerminkan apa yang ada dalam diri kita. Jika yang kita lihat dari orang lain adalah kebaikan, maka yang lebih dominan dalam diri kita adalah kebaikan. Jika yang kita lihat dari orang lain adalah keburukan, maka ada baiknya kita instropeksi diri jangan-jangan dalam diri kita ini lebih banyak keburukannya.

The nature of the rain remain the same. But it grows flower in the garden, and weeds in the bushes.