Tampilkan postingan dengan label novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label novel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Februari 2014

quote from ALEPH

Berikut adalah kutipan dari novel berjudul Aleph dari Paulo Coelho :

Pergi dan taklukkan kembali kerajaanmu yang mulai tercemar oleh rutinitas.

Kau harus pergi agar bisa kembali ke masa sekarang.

Kau mulai sadar bahwa jauh di bawah alam bawah sadarmu ada seseoraang yang jauh lebih menarik, penuh petualangan dan lebih terbuka pada dunia serta pengalaman-pengalaman baru.

Kehidupan adalah kereta api, bukan stasiun.

Segala sesuatu yang pernah dan akan kau alami berada pada saat ini.

Pahamilah apa yang terjadi dalam dirimu dan kau akan memahami apa yang terjadi dalam diri semua orang lain.

Aku tidak ingin pergi karena aku tidak tahu kemana aku harus pergi.

Saat perasaan tidak puas itu menetap, itu berarti perasaan itu ditempatkan oleh Tuhan karena satu alasan saja: kau perlu mengubah segalanya dan maju.

Setiap kali aku menolak mengikuti takdirku, hal yang luar biasa sulit untuk dihadapi akan terjadi dalam hidupku.

Saat menghadapi kehilangan dalam bentuk apa pun, tidak ada gunanya berusaha memperbaiki apa yang sudah terjadi; lebih baik memanfaatkan celah besar yang terbuka di depan kita dan mengisinya dengan hal yang baru.

Kita selalu mengartikan sesuatu sesuai dengan apa yang kita inginkan dan bukan sebagaimana mereka sesungguhnya.

Semua orang menyumbangkan satu kata, satu kalimat, satu gambar, namun pada akhirnya semuanya masuk akal: kebahagiaan satu orang menjadi sukacita untuk semua.

Orang bilang, sesaat sebelum maut menjemput, masing-masing dari kita memahami alasan keberadaan kita yang sebenarnya, dan dari momen itu, surga atau neraka lahir.

Neraka adalah saat kita menoleh ke belakang dalam waktu dan menyadari bahwa kita telah membuang kesempatan untuk menhargai mukjizat kehidupan. Surga adalah ketika kita mampu berkata: Aku membuat banyak kesalahan, tapi aku bukan pengecut. Aku menjalani hidupku dan melakukan apa yang perlu kulakukan.

Itukah yang kucari? Kehidupan tanpa tantangan?

Tidak ada kehidupan yang lengkap tanpa sentuhan kegilaan.

Kejahatan apa pun bukan sepenuhnya tanggung jawab si pelaku, melainkan tnggung jawab seua orang yang menciptakan kondisi-kondisi sehingga tindak kejahatan itu dapat terjadi.

Tak seorang pun menjadi nabi di daerahnya sendiri.

Dalam hutan berisi seratus ribu pohon, tidak ada dua daun yang sama.

Tindakan-tindakan kecil sehari-hari inilah yang membawa kita semakin dekat pada Tuhan, sepanjang aku bisa menghargai setiap tindakan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Tinggalkanlah kehidupanmu yang nyaman dan pergilah mencari kerajaanmu.

Hidup berarti mengalami berbagai hal, bukan hanya duduk-duduk dan memikirkan makna hidup.

Waktu bukanlah pita kaset yang bisa digulung atau diputar kebelakangg.

Jangan pikirkan apa yang akan kauceritakan pada orang-orang nanti. Waktunya kini dan sekarang. Manfaatkan sebaik-baiknya.

Satu-satunya hal yang bisa kita capai dengan membalas dendam adalah membuat diri kita sama dengan musuh-musuh kita, sementara dengan memaafkan menunjukkan kebijaksanaan dan kecerdasan.

Kalau kau menghabiskan terlalu banyak waktu berusaha mencari tahu kebaikan atau keburukan orang lain, kau akan melupakan jiwamu sendiri dan akhirnya kelelahan serta dikalahkan oleh energi yang kauhabiskan untuk menghakimi orang lain.

Kalau ingin melihat pelangi, kau harus belajar menyukai hujan.

Apa kau percaya pada dunia spiritual, semesta paralel, dimana waktu dan tempat abadi dan selalu berada pada momen kini.

Apa yang kau butuhkan untuk bisa menuis? Mencintai. Seperti kau mencintai istrimu.

Para pemimpi tidak pernah bisa dijinakkan.

Siapa pun yang mengenal Tuhan tidak dapat menggambarkan-Nya. Siapa pun yang dapat menggambarkan Tuhan tidak mengenal-Nya.

Mungkinkah kita memasang cinta dan membuatnya tetap tidak berubah dalam waktu


Rabu, 15 Januari 2014

EMPAT orang tokoh

Novel yang nanti saya buat terdiri dari empat orang tokoh utama, yaitu : tapi sebelumya mohon maaf jika ada kesamaan nama jangan geer dan minta apalagi sampai menuntut royalty dari buku ini, ini bener ga disengaja... suerr deh. Yaudah kalo yang namanya sama ga papa gue ajak makan-makan... di warteg... American Warteg (AW)... jangan lupa bawa KTP yang dilegalisir kelurahan, dan harus lurahnya sendiri yang tanda tangan... ga boleh diwakilkan sama sekdes. Kembali ke yaitu :
  1. Budi :
Nama lengkapnya Budi Santoso waktu SD dipanggilnya Boncel... ga tahu kenapa bisa begitu. Dia orangnya polos, sampe-sampe pas SMP masih ngira kondom itu sejenis makanan, dan sempet nanya ke kantin sekolah pas jam istirahat: bu ada kondom ga, yang rasa strawberry ada ga? Langsung besoknya dipanggil kepala sekolah... disuruh jadi kenek tukang bangunan di rumah kepala sekolah, yang tugasnya ngelemparin genteng dari bawah ke atas... tau kan? Yang tau berarti pernah ngelakuin. Bukan karena si Budi nanyain kondom ke tukang kantin, tapi karena badannya Budi yang 11 12 sama Ade Rai kalo sebulan puasa ga makan telor dan kebetulan si kepala sekolah lagi mempraktikan hidup hemat.
Suka makan tapi badannya segitu-gitu aja, suka tidur, suka jalan-jalan, suka cewek... karena menurutnya cewek itu juga salah satu ciptaan Tuhan yang harus dikagumi sebagaimana ciptaan-ciptaan Tuhan yang lain, fisiknya kuat, kadang males, bergairah dalam hidup, ga suka mikir panjang kalau melakukan sesuatu
  1. Cecep :
Nama lengkapnya Cecep Fatahillah waktu SD dipanggil Ncep, nama panggilan standar seluruh Indonesia bagi yang terlahir dengan nama Cecep. Namanya sempat terkenal sekaligus tercemar waktu ada sinetron yang dibintangi Anjasmara, tau kan? Kalo tau berarti lo dah tua. Si Cecep ini memiliki kekurangan fisik, ia tak mampu berjalan dan harus menjalani harii-harinya di kursi roda. Beruntung Cecep punya sahabat-sahabat yang mengerti. Cecepp ini orangnya bijaksana, sabar, cerdas, punya banyak nasehat, suaranya kecil jadi terkadang ketika sahabat-sahabatnya saling berargumen suaranya tak terdengar. Cecep orangnya pendiam, dia bicara hanya ketika yang lainnya berheti bicara
  1. Amir :
Nama lengkapnya masih menjadi perdebatan antara ibu dan bapaknya, antara Amirudin atau Amirulloh. Begitu juga adiknya yang namanya Amira, namanyapun masih menjadi perdebatan antara Amirawati dan Amirastuti, kenapa ga sekalian dinamain Amirasndah? Soalnya Amirasndah waktu itu belum terkenal, masih SD kelas 4. Amir adalah pimpinan geng. Amir punya visi yang jelas, sebagai bentuk pelampiasan balas dendam atas namanya yang tidak jelas. Amir terobsesi untuk menguasai bahasa inggris lantaran waktu kelas dua SMP masih ga tahu arti kata hospital dan diledek sama temen-temenya yang juga sama-sama ga tahu. Soalnya waktu itu gurunya cuma ngasih satu tugas yaitu beli kamus. Amir dah beli kamus tapi tetep ga bisa-bisa bahasa inggrisnya, setelah ditelusuri ternyata yang dibeli kamus Indonesia - Arab, parahnya lagi kamusnya udah expired jadi ga bisa dipake. Kemampuan bahasa inggris siswaw SMP saat itu masih rendah/parah soalnya waktu itu belum ada google translate atau transtool. Berkat kursus bahasa inggris yang diambilnya waktu kelas 2 SMA sekarang Amir tahu arti kata hospital... artinya petugas hotel.
  1. Dudu :
Dudu adalah penyeimbang, mediator. Nama lengkapnya Dudu. Serius... cuma Dudu. Ga ada embel-embel apa-apa lagi. Waktu itu sempet ada yang nawarin gelar ke si Dudu tapi ditolak, padahal lumayan dapet gelar gratis. Setelah ditanya gelar apa yang ditawarin, ternyata yang ditawarin gelar alm. di depan namanya. Dudu ini orang yang ga banyak mikir, selalu jadi penengah, bersama dengan Cecep melerai pertikaian antara Budi dan Amir yang seringkali berselisih.

Rencananya novel pertama sebagai intro atas cerita empat orang sahabat tersebut. Novel kedua sampai kelima menceritakan lebih detail mengenai Amir, Budi, Cecep dan Dudu. Novel ke enam menceritakan ketika keempat sahabat tersebut melakukan perjalanan yang jauh bersama-sama. Novel ke tujuh menceritakan keempat orang tersebut ketika sudah berkeluarga. Novel ke delapan menceritakan ketika keempat sahabat tersebut beranjak tua. Novel ke sembilan saya ga tega nulisnya karena kayanya antara keempat orang itu udah ada yang meninggal, lagipula di novel ke delapan aja saya dah kaya raya kaya JK Rowling yang dah cape nulis Harry Potter. Dan sepertinya dah cukup nyari duitnya tinggal banyakin ibadah sambil nungguin Izrail.


to be continued...