Tampilkan postingan dengan label Mimpi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mimpi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Januari 2014

novel KOMBINASI

Saya pengen buat novel yang ...
Lucunya kaya kartun benny & mice atau stand up comedynya para comic
Konyolnya kaya bukunya raditya dika, atau tweetnya pocooong
Gaya tulisannya nyastra abis kaya tertralogi Laskar Pelanginya Andrea Hirata, atau trilogi Supernovanya Dewi Lestari
Yang filosofinya dalem kaya novel terjemahannya Paulo Coelho, atau tulisan-tulisannya Anthony de Mello
Jalan ceritanya jenius dan susah ditebak kaya komik Detective Conan, atau film Inception
Episodenya panjang kaya sinetron tukang gali kubur naik haji, atau sinetron tersandung
Larisnya kaya buku La Tahzan, atau Harry Potter
Murahnya kaya komik Doraemon, atau komik Crayon Sinchan

Saat saya menulis ini, saya mendengar dari dalam diri saya
Bisa jadi... Bisa jadi...
Terus saya balik bilang, kalo ngomong jangan setengah-setengah. Bisa jadi apa? Jadi novelnya atau jadi mustahil?
Katanya lagi: Bisa jadi.... mau tau aja apa mau tau banget?

Terus saya bilang lagi ke dia: ya sutralah, apa yang terjadi terjadilah, yang dia tahu Tuhan penyayang umat-Nya... lho kok malah nyanyi!

when I have satu TRILIUN rupiah

Lucu ya... apa yang lucu? Menuliskan ejaan triliun atau triliyun saja saya tidak tahu. Ini sudah berani memimpikannya, punya uang satu triliun. Yang penting saya tahu satu triluan itu nolnya ada berapa... ada dua belas... sudah saya search di google... google map... Ya tapi selama bermimpi itu ga bayar, bermimpilah sesuka dengkulmu... buat yang otaknya di dengkul. Jadi kembali ke topik permasalahan, yaitu masalah bahwa saya belum tahu uang satu triliun itu mau dipake buat apa aja. Sayang kalo cuma disimpen di gudang... bisa keburu abis dimakan tikus. Saya baru sadar kenapa saya ga dikasih uang satu triliun sama Tuhan, karena Tuhan tahu saya pasti bingung kalo dikasih uang satu triliun... ya seperti sekarang ini... bingung.

Okelah, gini aja deh simplenya kalo punya uang satu triliun :
  1. Pertama pasti buat zakat harta
  1. Buat bikin perusahaan yang bisa membuka lapangan pekerjaan buat banyak orang
  1. Buat bikin atau nyumbang yayasan panti asuhan, rumah singgah, panti werda, rumah rehabilitasi narkoba, pondok pesantren, sekolah gratis
  1. Buat bikin atau nyumbang buat masjid, sarana umum
  1. Ngasih beasiswa ke anak-anak tidak mampu
  2. Nyumbang biaya perawatan kesehatan ke orang-orang tidak mampu
  3. Pergi hajiin dan umroh orang tua dan saudara-saudara
  1. Beli tempat tinggal dan kendaraan yang rada bagusan
  1. Bikin bioskop yang cuma muter film-film berkualitas, dengan sensor tanpa kekerasan dan pornografi
  1. Nonton Formula 1 dan motoGP langsung ke sirkuit
  2. Keliling dunia
  1. And last but not least, nyebarin uang lewat helikopter kaya di film ruma maida


Begitu aja kali ya Tuhan rencana saya kalau Engkau berkenan ngasih saya uang satu trilliun... atau triliyun, whatever... yang penting nolnya 12... saya yakin nolnya 12... soalnya saya dah nyari... di google... google map.

Rabu, 18 Desember 2013

Takdir seorang yang HEBAT

Bangun ketika yang lain masih tertidur
Terjaga ketika yang lain telah terlelap
Tetap berusaha ketika yang lain sudah menyerah
Memberikan 110% ketika yang lain  memberikan hanya setengahnya
Menahan diri ketika yang lain berbuat sekehendaknya
Bersusah-susah ketika yang lain bersenang-senang
Itulah takdir dari seorang yang hebat

DREAM and Fate

Dreams
Some are big, some are huge
Some are materialized, some are not
Some seem so close, some seem beyond reach

What hindered dreams to become fate?
Is that external condition?
Or ourselves as the only obstacles as the only between dreams and reality?
Our false thought, belief and habit that prevent those dreams become true

Often the boundary between dreams and reality are so thin
As thin as our strong will to achieve that
Often it is just ourselves between us and our dreams
As simple as that

Minggu, 14 Juli 2013

apakah kamu YAKIN?

Suatu hari, yang kurencanakan dan kuharapkan tidak lebih dari 600 hari kedepan
Aku akan pergi meninggalkan pekerjaan, rumah dan keluarga selama beberapa bulan
Untuk apa?

Untuk mencari keyakinan terhadap kebenaran
Untuk mencari jati diri
Kedengaran klise ya?

Meninggalkan sesuatu yang riil dan materil
Demi sesuatu yang idealis dan immateril
Aneh! Bagimu bahkan bagiku

Tapi manusia tidak bisa hanya hidup dari materi semata
Manusia butuh hal-hal yang sifatnya immaterial, seperti cinta dan keyakinan
Bukankah begitu?

Dan setelah aku kembali nanti
Apakah aku mempunyai jaminan pekerjaan apa yang akan aku lakukan untuk menafkahi keluarga?
Jujur saja saya tidak tahu, semoga Allah memberikan yang terbaik

Dan bukankah Allah Maha Pemberi Rezeki?
Iya sih, tapi apakah saya yakin akan hal itu?
Justru itu, saya pergi bukan karena saya yakin

Saya pergi karena  saya tidak yakin Allah Maha Pemberi Rezeki
Justru saya pergi karena saya ingin mendapat keyakinan seperti itu

Saya tidak mau hidup selamanya dengan ketidakyakinan itu

punya MIMPI itu BIASA

Punya mimpi itu biasa, mewujudkan mimpi itu yang luar biasa
Punya mimpi itu biasa, punya mimpi yang spesifik dan terukur itu yang luar biasa
Punya mimpi itu biasa, punya mimpi yang besar dan dianggap mustahil itu yang luar biasa

Punya mimpi itu biasa, tidak punya mimpi itu yang luar biasa ... Bodoh

Minggu, 20 Maret 2011

Bagiku Keberhasilan Itu

Bagiku keberhasilan tidak ditentukan oleh kerja keras yang membabi buta
Bagiku keberhasilan lebih ditentukan oleh rasa yakin dan optimis
Bahwa tujuan itu, mimpi itu pasti terlaksana dengan izin-Nya
Ditambah usaha dan doa yang memadai

Di jalan menuju keberhasilan tak ada usaha yang berat dan terpaksa
Karena setiap usaha dilakukan dengan rasa senang dan sukarela
Tak juga ada kekhawatiran bahwa keberhasilan tak kunjung datang
Karena hati telah tahu sebelumnya bahwa keberhasilan telah ada disini

Sabtu, 19 Maret 2011

I Just Wanna Finish What I've Start

Kembai kuliah di FEUI jurusan manajemen dan berhasil lulus darinya, adalah salah satu impian saya yang tidak pernah terlepaskan. Dulu impian itu hanya berjarak satu tahun dengan rute yang sangat jelas. Sekarang impian itu entah berjarak berapa tahun, minimal 10 tahun, dan memiliki rute yang panjang dan memutar. Saya ingin melakukannya hanya karena satu alasan: Karena saya ingin menyelesaikan apa yang telah saya mulai. Tak peduli harus menempuh jalan berliku dan berputar, harus menunggu beberapa tahun, saya akan memenuhi janji saya untuk lulus dari jurusan manajemen FEUI.

Sabtu, 11 September 2010

a hundred DREAMS

Terinspirasi dari ade gw yang berbagi cerita tentang seorang mahasiswa IPB yang sejak awal kuliah telah bertekad dan menuliskan mimpi-mimpinya yang berjumlah 100 dalam dua lembar kertas. Mimpi-mimpi yang kerap ditertawakan teman-temannya. Namun pada akhirnya daftar mimpi tersebut berubah menjadi daftar coretan-coretan karena mimpi tersebut telah terwujud. Kisah Danang, seorang mahasiswa IPB, yang sekarang sedang di Jepang melanjutkan mimpi dan studinya mengingatkan gw akan seseorang.... yaitu diri gw sendiri.

Kesamaan antara gw dan Danang yaitu sama-sama punya banyak mimpi . Mimpi-mimpi yang kerap kali dianggap aneh dan jadi bahan sindiran atau tertawaan orang-orang terdekat sekalipun. Perbedaannya, Danang mempunyai niat yang kuat, keyakinan, keberanian, ketekunan, dan dedikasi untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Sedangkan gw tidak BELUM memiliki itu semua. BELUM terlambat untuk menulis daftar-daftar mimpi tersebut, belum terlambat untuk memulai dan berusaha mati-matian menggapai dan menjalani mimpi-mimpi gw.

Dan hari ini, 1 Syawal 1431 H / 09 September 2010, aku menuliskan mimpi-mimpi yang selama ini hanya berenang-renang di otakku. Mimpi-mimpi yang sulit, dimana pencapaiannya membutuhkan keyakinan dan kegigihan luar biasa dari seorang anak manusia. Mimpi-mimpi yang tak biasa, yang menuntut diri melewati batas-batas kemampuan yang selama ini diketahui.


Dan Inilah seratus mimpiku

"A man’s reach should exceed his grasp, or what’s heaven for?"

Selasa, 07 September 2010

segudang MIMPI

Apa sih yang gw inginkan dalam hidup ini tapi belum terwujud saat ini? Jawabannya... BANYAK. Mulai dari (in random order): Kuliah (lagi) dan lulus dari UI, modif motor, punya mobil, renov rumah, being self employed, mengamalkan ajaran agama secara sempurna dan istiqomah, menjadi ayah dan suami yang baik dan bisa dijadikan teladan, menaikkan haji orang tua, naik haji, nonton F1 live di sirkuit, punya beach house, menulis dan menerbitkan buku, to know myself, berdakwah keliling Indonesia dan keluar negri, make (a lot) money online, de el el. Dari keinginan dunia sampai akhirat, mulai impian yang kecil sampai yang besar, dari mimpi jangka panjang hingga mimpi jangka pendek.

Fiuuuh.... , rasa-rasanya banyak banget PR dalam hidup gw ini. Kadang malah disoriented harus mulai dari mana, terkadang ngerasa cape duluan ngeliat betapa banyak hal yang kudu gw lakuin. Tapi gw ngerasa, I can't run from it, gw akan merasa sangat bersalah dan dihantui kalo gw ngelepas mimpi-mimpi gw begitu aja, dan menjadi 'orang biasa'. An ordinary people that born, grow, went to school, get to work, married, having children, getting old and DIE, without courage to dream big, even the action to realize those dream. Itulah ketakutan terbesar gw, menjadi 'orang biasa' yang merasa bisa hidup tanpa bermimpi.

Aku berusaha untuk selalu ingat perkataan Arai :
"Biar kau tahu, Kal, orang seperti kita tidak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu!!

Tanpa mimpi, orang seperti ktia akan mati

Kita lakukan yang terbaik disini!! an kita akan berkelana menjelajah Eropa sampai Afrika!! Kita akan sekolah di Perancis!! Kita akan menginjakkan kaki di altar suci almamater Sorbonne!! Apapun yang terjadi!!

Ada pepatah konyol berbunyi "Ceritakan mimpi-mimpimu agar Tuhan bisa tertawa". Well, ga da salahnya kan bikin Tuhan bahagia.