Orang-orang kota rela menghabiskan jutaaan rupiah hanya untuk menghirup udara segar, merasakan hawa yang sejuk dan melihat hijaunya hampran padi di wilayah persawahan seperti di wilayah Ubud, Bali. Bagi orang-orang yang tinggal dan beraktivitas di perkotaan, pemandangan dan udara persawahan terutama di pagi hari sangat-sangat memukau dan berharga. Yang dihadapi orang-orang itu setiap harinya adalah bisingnya deru mesin kendaraan, penatnya mobil dan motor yang berhimpit-himpitan di tengah kemacetan, dan udara kotor serta beracun hasil buangan ribuan knalpot. Karenanya ketika dihadapkan dengan suara merdu dari gesekan-gesekan tanaman padi yang dihembus angin, hijau dan kuningnya tanaman padi yang tersusun rapih di petak-petak sawah, dan oksigen yang berlimpah hasil produksi begitu banyak tumbuhan hijau di pagi hari. Itu semua, begitu bernilai harganya di mata orang-orang kota. Sesuatu yang langka, dan karenanya berharga.
Saya beruntung setiap hari dapat memandangi areal persawahan yang luas dan indah, menghirup limpahan oksigen segar pagi hari hasil produksi jutaan tanaman padi, dan mendengar tenangnya dunia setiap pergi kerja. Sesuatu yang indah dan langka bagi banyak orang. Sesuatu yang sayangnya baru saya sadari akhir-akhir ini. Karena terlalu terfokus pada tujuan, yaitu tempat kerja. Pikiran yang sibuk mengantisipasi masalah yang timbul dikantor menghalangi momen-momen ajaib melewati areal persawahan yang luar biasa. Areal persawahan tersebut bernama sawah luhur, salah satu daerah penghasil padi terbesar di Banten yang berlokasi di Kabupaten Serang, Banten.
Tampilkan postingan dengan label hal positif selama di perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hal positif selama di perjalanan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 11 Juli 2015
Selasa, 07 Juli 2015
yang penting SELAMAT
Pernahkah kita membaca berita tentang seorang ayah yang berangkat kerja namun tidak pernah sampai di kantor. Atau seorang ibu yang pulang dari kantor namun tak pernah sampai ke rumah. Orang tadi mengalami kecelakaan di perjalanan ketika menuju rumah atau kantor. Kecelakaan fatal yang merenggut nyawa. Orang yang ditunggu-tunggu ternyata tak kunjung datang. Meninggalkan kesedihan mendalam di benak keluarga dan rekan kerja. Pernahkah kita merenung bahwa bisa jadi orang tersebut adalah kita. Pernahkah kita merasa beruntung sampai di rumah atau di kantor dengan selamat?
Seringkali kita mengeluh dengan pelayanan transportasi umum yang buruk, mengeluh mengenai kemacetan di jalan-jalan, mengeluhkan lamanya perjalanan pergi pulang kerja. Coba sesekali kita merenung, berpikir dan bersyukur bahwa tiba di rumah atau di kantor dengan selamat saja sudah menjadi berkah tersendiri. Meskipun harus menempuh perjalanan 2 jam, walaupun harus menembus belantara kemacetan, itu semua hampir tidak ada artinya dengan keselamatan jiwa kita yang bisa saja terenggut di tengah perjalanan.
Dari ribuan perjalanan yang pernah kita tempuh menuju kantor atau rumah, berapa kali kita mengalami kecelakaan? Dan kalau Anda masih bisa membaca tulisan ini berarti anda masih hidup. Bahwa rasio celaka di perjalanan yang Anda tempuh kurang dari 0.01% dan rasio meninggal karena kecelakaan di perjalanan adalah 0% adalah hal yang sangat patut disyukuri. Kita lebih banyak diselamatkan oleh Allah daripada diberi cobaan berupa kecelakaan.
Mari mulai sekarang kita bersyukur ketika tiba di kantor, ketika sampai di rumah. Bersyukur karena kita telah sampai tempat tujuan dengan selamat. Apa-apa yang terjadi selama di perjalanan adalah kurang penting dan karenanya tidak pantas untuk dikeluhkan. Kita pastinya lebih memilih bermacet-macet ria atau melewati jalan jelek daripada harus dikafankan kan? Jadi syukuri saja fakta bahwa kita masih selamat.
Seringkali kita mengeluh dengan pelayanan transportasi umum yang buruk, mengeluh mengenai kemacetan di jalan-jalan, mengeluhkan lamanya perjalanan pergi pulang kerja. Coba sesekali kita merenung, berpikir dan bersyukur bahwa tiba di rumah atau di kantor dengan selamat saja sudah menjadi berkah tersendiri. Meskipun harus menempuh perjalanan 2 jam, walaupun harus menembus belantara kemacetan, itu semua hampir tidak ada artinya dengan keselamatan jiwa kita yang bisa saja terenggut di tengah perjalanan.
Dari ribuan perjalanan yang pernah kita tempuh menuju kantor atau rumah, berapa kali kita mengalami kecelakaan? Dan kalau Anda masih bisa membaca tulisan ini berarti anda masih hidup. Bahwa rasio celaka di perjalanan yang Anda tempuh kurang dari 0.01% dan rasio meninggal karena kecelakaan di perjalanan adalah 0% adalah hal yang sangat patut disyukuri. Kita lebih banyak diselamatkan oleh Allah daripada diberi cobaan berupa kecelakaan.
Mari mulai sekarang kita bersyukur ketika tiba di kantor, ketika sampai di rumah. Bersyukur karena kita telah sampai tempat tujuan dengan selamat. Apa-apa yang terjadi selama di perjalanan adalah kurang penting dan karenanya tidak pantas untuk dikeluhkan. Kita pastinya lebih memilih bermacet-macet ria atau melewati jalan jelek daripada harus dikafankan kan? Jadi syukuri saja fakta bahwa kita masih selamat.
Rabu, 13 Mei 2015
Hal positif yang bisa kita lakukan di PERJALANAN PERGI PULANG KERJA
Jika mengendarai
mobil sendiri :
- Mendengarkan murottal Alquran
- Mendengarkan audio motivasi atau ceramah
- Mendengarkan pelajaran bahasa asing
- Mendengarkan audio untuk meningkatkan kompetensi
- Mendengarkan lagu-lagu yang meingkatkan semangat
- Mendengarkan siaran radio yang bermanfaat
- Mendiskusikan hal-hal yang positif
- Brainstorming ide
Jika menggunakan
angkutan umum :
- Semua hal positif yang bisa dilakukan ketika mengendarai mobil
- Membaca buku atau tulisan lain yang bermanfaat
- Menulis hal yang bermanfaat
- Mengerjakan tugas kantor
Hal umum yang bisa
dilakukan setiap orang selama di perjalanan :
- Mengambil hikmah dari apa yang kita lihat dan alami selama di perjalanan
- Berdzikir
- Berdoa
Langganan:
Postingan (Atom)



