Jika kita memiliki pekerjaan dan proyek-proyek yang bermakna, sistem kekebalan tubuh Kita menjadi lebih kuat dan kekuatan degeneratif karena meningkatnya usia bisa diperlambat. (page 20)
Antara stimulus dan respons, ada sebuah ruang. Di dalam ruang itu terletak kebebasan dan kekuatan kita untuk memilih respons. Di dalam respons kita terletak pertumbuhan dan kebahagiaan. (page 21)
Keberanian bukan berarti tidak adanya rasa takut, melainkan kesadaran akan adanya sesuatu yang lebih penting. (page 24)
Ada orang-orang yang mencerahkan dunia, yang membantu orang lain, hanya dengan kehadirannya. (page 68)
Makna itu ada disana, menunggu untuk ditemukan. (page 89)
Keinginan untuk mencari maknalah, bukan keinginan untuk mencari kesenangan atau untuk mencari kekuasaan, yang menerangi kehidupan kita dengan kebebasan yang sesungguhnya. (page 91)
Dalam situasi hidup yang paling sulit, kapasitas kita untuk mengatasi masalah dan kemampuan diri kita untuk pulihlah yang sedang menghadapi ujian terakhir. Saat itulah kebebasan kita untuk memilih sikap menjadi pemeran utama. (page 100)
Jalan terbaik untuk mewujudkan mimpi-mimpi Anda adalah dengan bangun! Dengan kata lain, menjadi bagian dari setiap solusi berarti bertindak. (page 101)
Kebebasan manusia adalah kebebasan yang terbatas. Manusia tidak bebas dari sejumlah kondisi. Namun, ia bebas untuk mengambil sikap terhadap mereka. (page 115)
Keinginan untuk mencari kesenangan dan dan keinginan untuk mencari kekuasaan merupakan perwujudan-perwujudan dari sesuatu yang hilang, sesungguhnya hanyalah upaya-upaya untuk menutupi, tetapi tidak selamanya mengisi, kekosongan makna dalam kehidupan orang-orang tersebut. Hanya upaya mencari makna yang memiliki potensi untuk memunculkan bentuk pengayaan dan kepuasan autentik yang diinginkan hampir semua orang dari pekerjaan dan dari kehidupan mereka sehari-hari.(page 121)
Makin banyak orang yang memiliki sarana untuk hidup, namun mereka tidak memiliki makna untuk menjalani kehidupan. (page 136)
Setiap manusia adalah seorang Leonardo da Vinci. Satu-satunya masalah adalah ia tidak mengetahuinya. Orangtuanya tidak mengetahuinya dan mereka tidak memperlakukannya seperti seorang Leonardo. Karenanya, ia tidak menjadi seperti seorang Leonardo. (page 143)
Jika kita tidak bisa melakukan pekerjaan kita dengan sepenuh jiwa, pada akhirnya kita akan menderita. (page 144)
Hiduplah seolah-olah kamu sedang menjalani hidup untuk yang kedua kalinya. (page 151)
Tidak pernah terlambat untuk berlutut dan mencium bumi (Rumi). (page 156)
Semua yang bagik dan indah pada masa lalu sudah aman diawetkan pada masa lalu itu. Sebaliknya, selama hidup masih berjalan, semua kesalahan dan kejahatan masih dapat ditebus. (page 159)
Lebih penting untuk memahami daripada menjadi pintar. (page 159)
Kita harus melihat, mendengar, membaui, menyentuh, dan merasakan makna jika makna ingin tetap ada di dalam kehidupan kita. (page 160)
Memahami alasan kita melakukan sesuatu merupakan awal dari kebebasan yang sesungguhnya dan makna yang sesungguhnya dalam hidup kita. (page 163)
Cinta merupakan sasaran terakhir dan tertinggi dari aspirasi manusia. (page 163)
kutipan dari buku "Lepas dari Penjara Pikiran" oleh Alex Pattakos
Tampilkan postingan dengan label Kutipan Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kutipan Buku. Tampilkan semua postingan
Selasa, 10 Mei 2011
menemukan MAKNA
Kita tidak menciptakan makna; kita menemukannya. Dan kita tidak akan menemukannya jika kita tidak mencarinya. Makna datang dalam berbagai bentuk dan ukuran. Kadang-kadang ia begitu besar membayangi kehidupan kita; kadang-kadang ia menyelinap hampir-hampir tidak teramati. Kadang-kadang kita benar-benar kehilangan momentum yang bermakna sampai berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun sesudahnya, dan kemudian, sesuatu yang dahulu tampak tidak berarti tiba-tiba menjadi momentum penting yang mengubah kehidupan. Kadang-kadang ada juga makna kolektif dari berbagai momentum yang akhirnya ditangkap oleh mata batin saat kita merajut kain perca kehidupan dari potongan-potongan momentum yang, jika berdiri sendiri-sendri, akan berlalu tanpa teramati. Dan meskipun kita tidak selalu menyadarinya, makna, ada dalam setiap momentum saat ini. Itu sudah pasti ke mana pun kita pergi. Yang harus ktia lakukan, di dalam kehidupan sehari-hari dan di pekerjaan adalah untuk tetap waspada terhadap makna dan mengamati.
kutipan dari buku "Lepas dari Penjara Pikiran" oleh Alex Pattakos
kutipan dari buku "Lepas dari Penjara Pikiran" oleh Alex Pattakos
kehidupan bagai LABIRIN
Kehidupan bagaikan sebuah labirin. Sebuah labirin bukanlah jejak simpang siur yang tidak memiliki jalan keluar. Ia bukan teka-teki yang harus dipecahkan, melainkan sebuah jalan bermakna yang harus dilalui.
Jalurnya berputar-putar dan rumit, tetapi tidak buntu. Sebuah labirin memiliki satu pintu masuk, satu jalan masuk dan satu jalan keluar. Jika melewatinya, kita akan melewati tikungan pendek dan panjang; kadang-kadang kita keluar menuju tepi, kadang-kadang kita berputar-putar di tengah. Kita tidak pernah benar-benar tersesat, tetapi kita tidak pernah bisa melihat kemana kita berjalan.
Dalam perjalanan itu, kadang-kadang kita bergerak maju dengan mudah dan penuh percaya diri; kadang-kadang kita bergerak maju dengan takut-takut dan waspada; kadang-kadang kita merasa perlu untuk berhenti dan merenung; dan kadang-kadang kita justru merasakan dorongan untuk mundur. Dalam banyak hal, labirin serupa dengan kehidupan. Pusatnya ada di sana, tetapi jalan yang kita pilih membawa kita berputar dan berbelok. Kadang-kadang kita berada di pusat pengalaman hidup kita, kadang-kadang kita berada pada belokan yang menyenangkan; kadang-kadang kita berjalan bersama orang lain; kadang-kadang tidak. Apa pun yang terjadi, kita masih berada di dalam labirin. Dia menampung semua pengalaman kita dalam
kehidupan.
kutipan dari buku "Lepas dari Penjara Pikiran" oleh Alex Pattakos
Jalurnya berputar-putar dan rumit, tetapi tidak buntu. Sebuah labirin memiliki satu pintu masuk, satu jalan masuk dan satu jalan keluar. Jika melewatinya, kita akan melewati tikungan pendek dan panjang; kadang-kadang kita keluar menuju tepi, kadang-kadang kita berputar-putar di tengah. Kita tidak pernah benar-benar tersesat, tetapi kita tidak pernah bisa melihat kemana kita berjalan.
Dalam perjalanan itu, kadang-kadang kita bergerak maju dengan mudah dan penuh percaya diri; kadang-kadang kita bergerak maju dengan takut-takut dan waspada; kadang-kadang kita merasa perlu untuk berhenti dan merenung; dan kadang-kadang kita justru merasakan dorongan untuk mundur. Dalam banyak hal, labirin serupa dengan kehidupan. Pusatnya ada di sana, tetapi jalan yang kita pilih membawa kita berputar dan berbelok. Kadang-kadang kita berada di pusat pengalaman hidup kita, kadang-kadang kita berada pada belokan yang menyenangkan; kadang-kadang kita berjalan bersama orang lain; kadang-kadang tidak. Apa pun yang terjadi, kita masih berada di dalam labirin. Dia menampung semua pengalaman kita dalam
kehidupan.
kutipan dari buku "Lepas dari Penjara Pikiran" oleh Alex Pattakos
Langganan:
Postingan (Atom)


