Tampilkan postingan dengan label Kebijaksanaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebijaksanaan. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 April 2015

KEBIJAKSANAAN

Apa yang kamu cari di dunia ini?
Kebijaksanaan atau kebahagiaan?
Kesuksesan atau ketenangan?
Kesejahteraan atau kedamaian?

Aneh... melalui kata-kata, hal-hal baik justru dipertentangkan
Seperti tiga orang buta yang memperdebatkan gajah
Pernahkah kita berusaha menyadari bahwa semuanya bisa menjadi satu
Kebijaksanaan, kebahagiaan, kesuksesan, ketenangan, kesejahteraan, kedamaian

Hanya saja terkadang kata-kata membuat kita berselisih
Padahal apa yang kita perselisihkan itu sama
Padahal masing-masing orang memegang porsi kebenarannya
Kesalahannya yaitu berusaha meyakinkan orang lain bahwa mereka salah dan kita yang benar


JIka menurutmu kebahagiaan adalah seperti ini
Dan menurutku kebahagiaan adalah seperti itu
Mari kita sibuk menjalani kebahagiaan versi kita masing-masing
Bukan sibuk menyalahkan atau membetulkan kebahagiaan versi orang lain

Jika menurutmu kehidupan harus dijalani seperti ini
Dan menurutku kehidupan harus dijalani seperti itu
Mari kita jalani kehidupan kita masing-masing
Semoga kita diberi petunjuk oleh Yang Maha Kuasa ke jalannya yang lurus

Jika jalan lurus itu diibaratkan seperti jalan tol
Bukankah jalan tol juga punya banyak jalur?
Kamu tidak bisa memaksakan pendapat bahwa jalan lurus itu di jalur sebelah kanan, kiri atau tengah

Karena kita tidak tahu di kemana tujuan orang lain, kita hanya tahu tujuan kita

Sabtu, 01 Februari 2014

kebijaksanaan LAUT

Tak semua orang punya kesempatan untuk bekerja di tempat yang memungkinkannya untuk duduk di tepi laut setiap sore. Dan tidak semua orang yang punya kesemppatan tersebut menggunakannya dan menikmatinya. Saya adalah orang yang beruntung itu. Setiap sore, selepas kerja, mengunjungi laut, menikmati halusnya hembusan angin laut, mendengarkan merdunya suara ombak, melihat betapa lurusnya cakrawala. Sambil mengistirahatkan pikiran yang seharian berpikir, merenung, mengevaluasi, menulis dan yang terpenting dari itu semua... melihat dan mendengar. Setiap makhluk butuh untuk didengarkan, tidak cuma manusia, alam pun butuh untuk didengarkan. Walaupun yang lebih banyak manfaat dari mendengarkan alam adalah manusia itu sendiri. Namun entah mengapa kebanyakan manusia enggan menyisihkan waktunya barang sebentar untuk mendengarkan alam disekitarnya. Entah karena merasa lebih tinggi dari makhluk lainnya, atau terlalu sibuk!

Salah satu alasan saya suka sekali duduk di tepi laut adalah saya merasa laut memiliki segudang kebijaksanaan yang siap dibagikan kepada manusia, hanya dengan satu syarat... manusia siap untuk mendengarkan. Hanya itu syaratnya, tanpa peduli manusia itu kaya atau miskin, ustadz atau pendosa, muda atau tua, pemenang atau pencundang. Laut tidak memandang itu semua, laut hanya tahu satu kata, yaitu manusia. Siapapun yang bersedia mendengarkannya akan diberinya kebijaksanaan yang sudah ada sejak bumi ini diciptakan, kebijaksanaan yang menghubungkan lima benua, kebijaksanaan yang luas dan dalam layaknnya samudra.


Dan alasan paling utama saya menyukai laut adalah karena saya jatuh cinta padanya. Karena ia ada disaat saya tidak merasa punya siapa-siapa. Sembilan tahun lalu, ketika takdir mengajarkan saya untuk hidup mandiri secara finansial dan emosional. Laut hadir untuk menenangkan hati saya, laut hadir untuk mengatakan bahwa saya tidak pernah sendirian dan jangan sampai saya merasa sendirian. Laut tetap bersikap ramah ketika saya sempat meninggalkannya selama beberapa tahun. Dan di hari ketika saya jatuh cinta pada laut, saya tidak perlu alasan untuk menjelaskan mengapa saya cinta pada laut. I love sea, just it . Cause love don't need a reason.