Rabu, 27 Oktober 2010
LOOK THROUGH MY EYES - Phil Collins
There are things in life you'll learn and
In time you'll see
Cause out there somewhere
It's all waiting
If you keep believing
So don't run, don't hide
It will be all right
You'll see, trust me
I'll be there watching over you
Just take a look through my eyes
There's a better place
somewhere out there
Just take a look through my eyes
Everything changes
You'll be amazed what you'll find
If you look through my eyes
There will be times on this journey
All you'll see is darkness
Out there somewhere daylight finds you
If you keep believing
So don't run, don't hide
It will be all right
You'll see, trust me
I'll be there watching over you
Just take a look through my eyes
There's a better place
somewhere out there
Just take a look through my eyes
Everything changes
You'll be amazed what you'll find
If you look through my eyes
All the things that you can change
There's a meaning in everything
And you will find all you need
There's so much to understand
Just take a look through my eyes
There's a better place
somewhere out there
Just take a look through my eyes
Everything changes
You'll be amazed what you'll find
If you look through my eyes
Take a look through my eyes
When There is a Desire
"When there is a desire, there's a threat. When there is a threat, there's fear. And when there is fear, there is no love"
~ Anthony de Mello ~
Selasa, 26 Oktober 2010
We Differ from Others
~ Anthony de Mello ~
Senin, 25 Oktober 2010
saat-saat yang membuatku bertahan
Saat-saat seperti ini yang membuatku bertahan
Saat aku mengingat hidup telah sempurna dan satu-satunya hal yang pelu dilakukan adalah mensyukurinya
Saat tak ada yang menuntutku berbuat apa-apa
Dan kata “harus” menghilang
Saat aku pergi sejenak dari dunia dimana selalu ada yang bisa dan harus dikerjakan
Diambil dari catatan FB sang adik
Saat aku mengingat hidup telah sempurna dan satu-satunya hal yang pelu dilakukan adalah mensyukurinya
Saat tak ada yang menuntutku berbuat apa-apa
Dan kata “harus” menghilang
Saat aku pergi sejenak dari dunia dimana selalu ada yang bisa dan harus dikerjakan
Diambil dari catatan FB sang adik
Life is a Banquet
~ Anthony de Mello ~
Minggu, 24 Oktober 2010
BERGURU pada POHON MANGGA (part 2)
part 2
Me: Bagimu hidup itu mudah. Kau hanya perlu menjadi pohon mangga sekali untuk seumur hidupmu. Dari sejak benih hingga kau tumbang nanti. Dan lagi kau tak perlu pusing-pusing memikirkan nasibmu di akhirat nanti. Setahuku kau juga tak punya beban dan tanggung jawab. Hidup menjadi sangat sederhana bagimu. Lalu bagaimana dengan aku. Aku harus berperan menjadi seorang anak, seorang suami, ayah, kakak, adik ipar, anggota masyarakat, karyawan, dll. Aku punya tanggung jawab yang mesti ditunaikan. Tanggung jawab yang jika tidak dipenuhi akan memberatkanku di akhirat.
Manggo Tree: Kamu, memang telah diamanati oleh Sang Pencipta dengan tugas dan tanggung jawab yang berat. Jauh lebih berat dari tanggung jawab setiap makhluk yang ada di bawah sinar matahari. Tapi... Tanggung jawab tersebut diiringi dengan anugerah berupa hati, pikiran, dan kebijaksanaan yang lebih luas daripada yang dimiliki semua tumbuhan dan binanatang yang pernah diciptakan. Kamu adalah naga yang dibesarkan sebagai cacing. Pikiranmu yang menciptakan semua masalah dikehidupanmu dan di bumi ini.
Me: Okay, ure right. Lalu bagaimana dengan aku? Apakah aku harus menerima diriku yang seperti ini? Apakah aku harus mengikuti pepatah "You must "receive" your demons, because when you fight them, you empower them." Lalu jika begitu bagaimana dan kapan aku bisa berubah? Aku, bisa sabar menunggu perubahan itu terjadi, namun istri dan atasanku sangat mungkin tidak sabar menunggu bertahun-tahun dalam ketidakpastian. Kalau aku tidak melawannya bagaimana aku mengubahnya? Aku tahu, dengan memahaminya. Namun proses pemahaman adalah proses yang tak terukur. Sementara aku dituntut untuk berubah dalam kerangka waktu tertentu. How could I change?
Manggo Tree: (sambil tersenyum) the answer is in front of you
Me: Can you be more specific?
Manggo Tree: Look at me. Look how I change. Look how I grow. Then you'll understand. The understanding that beyond the thought
Me: (speechless..... and start to think it useless to write this down, and more useful to understand. sambil kembali memandangi pohon mangga)
Me: Bagimu hidup itu mudah. Kau hanya perlu menjadi pohon mangga sekali untuk seumur hidupmu. Dari sejak benih hingga kau tumbang nanti. Dan lagi kau tak perlu pusing-pusing memikirkan nasibmu di akhirat nanti. Setahuku kau juga tak punya beban dan tanggung jawab. Hidup menjadi sangat sederhana bagimu. Lalu bagaimana dengan aku. Aku harus berperan menjadi seorang anak, seorang suami, ayah, kakak, adik ipar, anggota masyarakat, karyawan, dll. Aku punya tanggung jawab yang mesti ditunaikan. Tanggung jawab yang jika tidak dipenuhi akan memberatkanku di akhirat.
Manggo Tree: Kamu, memang telah diamanati oleh Sang Pencipta dengan tugas dan tanggung jawab yang berat. Jauh lebih berat dari tanggung jawab setiap makhluk yang ada di bawah sinar matahari. Tapi... Tanggung jawab tersebut diiringi dengan anugerah berupa hati, pikiran, dan kebijaksanaan yang lebih luas daripada yang dimiliki semua tumbuhan dan binanatang yang pernah diciptakan. Kamu adalah naga yang dibesarkan sebagai cacing. Pikiranmu yang menciptakan semua masalah dikehidupanmu dan di bumi ini.
Me: Okay, ure right. Lalu bagaimana dengan aku? Apakah aku harus menerima diriku yang seperti ini? Apakah aku harus mengikuti pepatah "You must "receive" your demons, because when you fight them, you empower them." Lalu jika begitu bagaimana dan kapan aku bisa berubah? Aku, bisa sabar menunggu perubahan itu terjadi, namun istri dan atasanku sangat mungkin tidak sabar menunggu bertahun-tahun dalam ketidakpastian. Kalau aku tidak melawannya bagaimana aku mengubahnya? Aku tahu, dengan memahaminya. Namun proses pemahaman adalah proses yang tak terukur. Sementara aku dituntut untuk berubah dalam kerangka waktu tertentu. How could I change?
Manggo Tree: (sambil tersenyum) the answer is in front of you
Me: Can you be more specific?
Me: (speechless..... and start to think it useless to write this down, and more useful to understand. sambil kembali memandangi pohon mangga)
You Are Never So Good
~ Anthony de Mello ~
Langganan:
Postingan (Atom)
