Tampilkan postingan dengan label Chit Chat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chit Chat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juli 2013

ustad-ustad di TV

Ustad-ustad di TV berceramah untuk meniru para sahabat Rasullullah SAW
Tapi apakah mereka mau berceramah tanpa dibayar?
Apakah mereka mau menginfakkan seluruh, setengah atau bahkan sepertiga hartanya?
Apakah mereka bisa hidup sederhana tanpa rumah atau kendaraan yang wah?
Walaupun begitu saya tetap berpikir mereka baik, hanya saja tidak cukup baik
Paling tidak lebih baik daripada kita yang setiap hari hidup dalam ketidaktaatan
Cukup menilai orang lain, lebih baik meluangkan waktu untuk menilai diri sendiri

Biarkan ustad-ustad di TV berbicara, mungkin karena memang itu takdir dan keberuntungannya

Rabu, 16 Februari 2011

Pasca Kondangan

Siang ini saya habis menghadiri resepsi pernikahan temen kantor yang sudah nikah tapi pastinya belum kawin (kalo yang udah nikah pasti tau apa bedanya nikah ma kawin). Bagi pengunjung undangan yang masih singel pastinya terbesit pertanyaan dalam hati 'kapan ya gw kaya gitu?'. Dan bagi yang sudah dobel tetep aja pertanyaannya sama 'kapan ya gw kaya gitu (lagi)?' hehehe.... just kidding.

Sebenernya bagi orang yang sudah mengalami moment resepsi, sebenernya resepsi itu agak-agak seperti penyiksaan yang indah (at least based on my experience). Bayangin aja, harus berdiri dari pagi sampe malem, kerjanya cuma empat hal: bangun, duduk, senyum, salaman, begitu seterusnya dari jam 10 pagi sampe jam 8 malem, dan juga menahan diri dari makan dan mengeluarkan sesuatu dari tubuh (u know what I mean...). Kebayang ga capenya? Buat yang resepsinya di gedung mungkin ga seberapa berat karena hanya beberapa jam, paling-paling cuma berat di kantong. Namun yang membuat 'penyiksaan' tersebut tertahankan adalah kehadiran sang istri baru di sisi dan khayalan-khayalan indah tentang apa yang terjadi malam nanti.

Bagi orang tua, momen paling ditunggu-tunggu dalam prosesi pernikahan adalah acara resepsi itu sendiri. Dimana kebanyakan tamu-tamu undangan yang datang adalah handai taulan dari orang tua itu sendiri. Orang tua akan sangat bangga dan senang apabila tamu-tamu yang diundang berdatangan tidak terlalu kurang dan tidak terlalu lebih dari jumlah undangan yang telah disebar, acara resepsi berjalan dengan lancar tanpa kurang suatu apapun, terutama kekurangan nasi putih dan daging.

Bagi mempelai wanita, momen yang paling dinanti-nanti adalah acara akad nikah. Karena setelah akad nikah wanita biasanya tidak terlalu merisaukan lagi masa depannya, satu beban terangkat dari pundaknya. Juga kehadiran seorang pria yang diharapkan akan menjadi imam dan pemimpin dalam hidupnya (mudah-mudahan bukan cuma sekedar harapan... amin).

Dan bagi mempelai pria, momen yang paling diidam-idamkan dari prosesi pernikahan adalah......... setelah semua acara resepsi selesai, setelah para tamu undangan dan saudara-saudara pamit pulang, setelah langit gelap, setelah piring-piring selesai dicuci, setelah pintu kamar pengantin ditutup, ....... Klo yang satu ini ga usah dijelasin secara detail, pasti dah pada ngerti semua.

Udah ah nulisnya, kerja dulu... tar diterusin lagi.

Selasa, 07 Desember 2010

Mencoba Hidup tanpa HP Selama Setahun

Kebetulan sebulan yang lalu hape istri saya yang baru dibeli beberapa bulan rusak karena terlalu sering dibanting Wildan, anak kami tercinta. Juga karena faktor hape diluar merek ternama yang belum teruji kualitasnya, jadi gampang rusak. Karena saya pikir istri lebih membutuhkan hape daripada saya, karena saya di kantor ada telepon kantor jikalau ada sesuatu yang darurat saya masih bisa menghubungi dan dihubungi. Kalau istri di rumah mau ga mau harus pegang hape kalau-kalau ada sesuatu yang darurat yang mesti diinfokan saat itu juga (misalnya: uang belanja habis, jadi saya harus pinjam dulu, atau istri minta izin mo keluar rumah). Lagipula saya tipe pekerja yang pekerjaannya tidak banyak berhubungan dengan orang. Jadi walau tidak punya hape tidak terlalu berdampak besar terhadap pekerjaan saya, tinggal telepon kantor kemungkinan besar saya ada di tempat.


Back to topic, mengapa saya memutuskan untuk tidak memegang/membawa hape selama setahun kedepan?
Faktor Pertama, karena uang untuk dibelikan hape baru menurut saya lebih bermanfaat jika digunakan untuk beli rak buku, atau lemari baju, atau rak piring, atau buku bacaan Wildan, atau perlengkapan rumah lainnya. Karena bagi saya saat ini hape tidak terlalu penting.
Faktor Kedua, menabung uang yang tadinya buat beli pulsa. Sebelumnya rata-rata saya beli pulsa 10 ribu  seminggu (harga counternya Rp.12 ribu). Jika setahun saya tidak pakai hape berarti saya akan menghemat 52 minggu x 12 ribu = 624 ribu. Lumayan buat biaya kursus mobil atau buat beliin baju gamisnya Bunda.
Faktor Ketiga, karena penggunaan hape sebelum-sebelumnya 80% adalah untuk berkomunikasi dengan istri ketika saya di tempat kerja. Maka komunikasi yang berlebihan itu terkadang menimbulkan mis-komunikasi. Ada hal-hal yang seharusnya dibicarakan langsung face to face, malah dibahas lewat sms yang sifatnya terbatas dalam menyampaikan pesan. Terjadilah salah paham hanya gara-gara penggunaan hape yang terlalu berlebihan. Keputusan untuk tidak memegang hape berarti menghilangkan resiko salah paham, cekcok, miskomunikasi gara-gara hape. Satu masalah rumah tangga tersingkirkan.

Let see, bagaimana rasanya hidup setahun tanpa hape.

Minggu, 31 Oktober 2010

Keselek Staples

Hari terakhir bulan Oktober 2010 ada kejadian yang kurang diharapkan dan sebuah pelajaran berharga terjadi pada diri gw. Tanpa sengaja ada benda asing kecil yang menyangkut di kerongkongan gw. Gw langsung mengarahkan tersangka pada isi staples. Ga sakit sih, cuma mengganjal dan bikin khawatir. Langsung aj gw, berusaha buat muntah, moga-moga aja tuh staples bisa ikutan kluar dari leher gw. Ternyata setelah 3x gw muntah tuh staples masih keukeh betah bertengger di tenggorokan gw. Daripada gw muntahin terus, yang ada malah gw jadi lemes. Gw memutuskan untuk cari cara lain.

Akhirnya dengan insting menyelamatkan diri, gw minum sebanyak2nya. Mudah-mudahan tuh staples bisa kedorong ke dalem dan bercampur dengan makanan. Ide selanjutnya adalah nanya ke mbah google dengan kata kunci: nelen staples, keselek staples, pertolongan pertama ketika nelen staples, cara mengatasi keselek staples, staples nyangkut di tenggorokan, dan keyword2 lainnya yang menyiratkan keputusasaan. Hasil pencarian google ternyata menunjukkan hasil yang lumayan menolong. Berikut ringkasan dari hasil pencarian gw:

  • Jangan terlalu khawatir jika kita menelan benda asing karena dinding usus kita cukup tebal. Karena pernah dilakukan penelitian terhadap dinding usus seseorang yang sering memakan benda-benda metal seperti paku, baut, silet, dll. Ternyata benda-benda tersebut tertanam di dinding ususnya dan beliau baik-baik saja. Walaupun begitu sangat tidak disarankan dengan sengaja menelan benda-benda logam yang tajam.
  • Jika terasa sakit, langsung hubungi rumah sakit terdekat untuk di rontgen dan kemungkinan besar di operasi
  • Makan makanan yang padat seperti nasi, pisang, kentang rebus, singkong rebus. Tapi jangan makan tanah lempung, karena tanah lempung bukan makanan
  • Di beberapa negara penggunaan staples pada makanan telah dilarang karena banyak laporan orang yang masuk rumah sakit karena menelan staples secara tidak sengaja
  • Pernah ada kasus, menelan staples bisa mengakibatkan kematian. Namun kasus yang ditemukan terjadi pada kelinci, bukan manusia
  • Lebih baik membungkus makanan dengan karet gelang daripada staples dikarenakan:
  1. Karet gelang dapat dipakai kembali
  2. Karet gelang tidak berbahaya jika tertelan sedikit (kalo banyak tetep bahaya). Sebagai buktinya, ayam-ayam tetap hidup walau sempat menelan karet gelang
  • (update)
  1. Tiga hari setelah kejadian masih terasa ada yang mengganjal di tenggorokan, namun tidak sakit. Saya masih menunggu perkembangan lebih lanjut.
  2. Tujuh hari setelah kejadian terasa sudah tidak ada yang mengganjal di tenggorokan. Saya hanya berharap ntu staples ga nyangkut di mana-mana lagi dan membahayakan
  3. Lima belas hari setelah kejadian keadaan kembali normal dan sudah tidak ada kekhawatiran masalah staples yang ketelen
  • (update Mei 2020 - Masyaallah setelah hampir 10 tahun updatenya)
  1. Saya masih hidup dan sehat, alhamdulillah. Dan kalaupun pernah sakit itu bukan karena nelen staples (dan bukan karena Covid-19 juga)
  2. Jadi pelajaran berharga. Bahwa yang tadinya menurut kita masalah besar, ternyata ga besar-besar amat dan akhirnya terlupakan begitu saja. Masalah keselek staples dulu hampir saya ga ingat kalau bukan karena artikel ini.
  3. Saya jadi terinspirasi, bahwa membagikan pengalaman-pengalaman kecil sebangsa nelen staples ternyata berguna bagi beberapa orang.
  4. Masalah itu berkah jika kita mampu sabar dan belajar darinya.
Kesimpulan :
Langkah pertama dan utama dalam setiap kejadian tak terduga adalah BERSIKAP TENANG dan RASIONAL.

    Selasa, 12 Oktober 2010

    TODAY is OVER, TOMORROW is COMING

    Lelah, kecewa, uring-uringan, serba salah, itulah perasaan gw hari ini. Tapi sebelum mengakhiri hari yang kurang menyenangkan ini. Gw hanya ingin berteriak pada diri sendiri:

    "Hari ini akan segera berakhir, dan esok akan segera menjelang. Mari kita perbaiki kesalahan yang kita buat hari ini, mari kita lupakan ketidaknyamanan, negatifitas hari ini. Mulai jelang esok hari dengan semangat baru

    Rabu, 06 Oktober 2010

    My 1st FOLLOWER

    Ga nyangka blog pribadi ini ada yang mau-maunya jadi follower, hehe.. . Diametuah, that my 1st follower nickname, I think i know who she is, walaupun ga da link ke identitas si pelaku n fotonya cuma stengah. I still can recognized her. Thanks friend

    Ngomong-ngomong soal follower, blog ini sebenernya bukan buat nyari follower atau supaya banyak dikunjungin orang. Walaupun sebenernya seneng juga kalo banyak follower dan banyak dikunjungi orang. But that the main reason I create and update this blog. Blog ini semata-mata untuk aktualisasi diri aja, ajang curhat, berbagi, dan cari temen aja. Kalo suatu saat bisa menghasilkan dolar atau rupiah, ya anggaplah bonus buat ganti beli domain.

    Btw, lagi mikir-mikir nih mo ngasih apa ya buat 1st follower blog ini.... Gini aja, lo mintanya apa? tinggal bilang aja. Kalo mampu gw kasih, kalo gw ga mampu banyak-banyak doa aja.